User blogs

Tag search results for: "#fisiptangguh #pkkmbfisipuns"

Surat Untuk Indonesia

            Perkenalkan aku Ratna Eva,  Aku adalah penduduk Indonesia yang telah dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia ini. Sebelumnya, coba kita tengok kembali Indonesia satu tahun kebelakang apakah sudah baik- baik saja? Apakah kita benar- benar menikmati tinggal di negeri tercinta ini? apakah kita sudah mengamalkan nilai- nilai pancasila di negeri ini? Tetapi untuk saya apapun keadaanya Indonesia adalah yang paling terindah, Indonesia yang tentram, Indonesia yang membuatku bangga dan nyaman hidup bahagia sepanjang tahun. Indonesia yang tak pernah bosan tersenyum padaku dikala terik maupun hujan. Aku bangga tinggal di Indonesia karena aku lahir dan tinggal ditanahnya, minum airnya jadi jangan berpikiran apa yang bangsamu beri untukmu, tapi apa kontribusi yang telah kamu berikan untuk bangsamu ini. aku yakin kamu masih Indonesia yang sama. Indonesia yang hebat.

            Apa kabarmu? Meskipun aku tahu setahun kebelakang kamu tidak sedang baik-baik saja. Akhir- akhir ini kudengar berita yang kurang menyenangkan tentangmu. Namamu yang sering tergores atas kesalahan- kesalahan yang tak pernah kau lakukan. Aku turut bersedih melihat keadaanmu, bagaimana bisa ketika tetanggamu berlomba-lomba bergerak melangkah kedunia luar, putra-putrimu masih tertidur nyenyak dialam mimpinya. Putra-putrimu yang harusnya ikut memajukanmu dikancah dunia seolah dibuat buta dan tuli dengan nasibnya sendiri.

            Tidak hanya itu, yang kutahu dulu indonesia terkenal dengan keramah tamahannya. Budaya gotong royong, tolong menolong namun, setiap tahun kulihat budaya itu semakin tergerus zaman. Banyak berita tetangmu setahun kemarin seperti perampokan, begal, tawuran, pembunuhan, bahkan korupsi yang memang sudah harus sepantasnya dihilangkan di negeri ini. katanya menganut Bhinneka Tunggal Ika tapi masih banyak orang yang membeda- bedakan satu sama lain.seharusnya kita menyadari bahwa semua orang itu sederajat dan sama tingkatnya.

            Korupsi yang dari tahun ke tahun kasusnya marak di Indonesia, kasus korupsi selalu saja terpampang di berita-berita koran ataupun di internet. Pejabat- pejabat gubernur-gubernur yang seharusnya mengemban amanat rakyat malah berlomba- lomba melakukan korupsi besar- besaran. Tak peduli rakyatnya diluar sana kelaparan. Setiap tahun ada saja yang tertangkap tapi setiap tahun juga muncul kasus-kasus korupsi yang baru. Salah satu contoh yang menyita perhatian kita yaitu mantan presiden Indonesia, dia telah meninggalkan hutang pada Indonesia yang mencapai triliunan rupiah dan beberapa proyek yang mangkrak. Sehingga presiden yang baru saat ini melakukan reshuffle kabinet, memilih pejabat yang memang dapat memegang amanat rakyat.

            Disamping berita- berita yang membuatmu bersedih, banyak berita- berita yang juga membuatmu berbangga. Masih banyak pemuda- pemuda yang kreatif yang membawa kemajuan bangsa kita ini. salah satu contoh tukang ojek online, dengan berkembangnya perusahaan ini di Indonesia dapat membantu mengurangi pengangguran dan masyarakat tidak harus selalu menggunakan  kendaraan pribadi yang menimbulkan kemacetan khususnya di kota-kota besar.

Harapanku untuk  Indonesia semoga dirgahayu yang ke 72 ini  menjadi bangsa yang selalu lebih baik untuk kedepannya, menjadi bangsa yang mengayomi setiap rakyatnya, bangsa yang selalu memegang teguh pancasila bukan hanya sekedar kata tapi bisa mengamalkannya, dan selalu menjadi bangsa dengan berbagai keragaman budayanya. Selain itu pemerintah harus memperhatikan pemerataan fasilitas- fasilitas yang ada diberbagai daerah khususnya daerah- daerah yang terpencil. Dan saya berharap bahwa bangsa ini harus bisa berdiri diatas kaki sendiri. Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri, karena miris ketika harus melihat generasi muda yang membanggakan barang- barang impor, seolah- olah kita belum merdeka di negara sendiri.

Peran yang aku ambil sebagai mahasiswa FISIP UNS untuk meraih cita-cita bagi Indonesia yaitu selalu menjadi mahasiswa yang peka dan kritis terhadap sekitar terutama pada masalah- masalah yang ada di Indonesia, sebagai generasi muda kita juga harus bisa mengkritisi bagaimana kinerja pemerintah, berusaha meningkatkan inovasi diberbagai bidang dan mampu untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan yang telah dilakukan pendahulunya, mempunyai jati diri karna kita sebagai generasi muda merupakan aktor utama dalam pembangunan bangsa. Selain itu aku harus memiliki perencanaan masa depan yang baik, memiliki semangat belajar tinggi, dan selalu mengembangkan sikap kepemimpinan.

Surat Untuk Indonesia

            Negara Kesatuan Republik Indonesia, negeri dengan beragam suku dan budaya yang terdiri dari beribu ribu pulau. Negeri yang terkenal akan sumber daya alam yang melimpah. Negeri yang terkenal dengan keramahan dan toleransi antar para penduduknya. Negeri yang dulu terkenal akan kekuatan pada seluruh aspeknya. Namun, semua itu tercemar akan kelakuan para pejabat pejabat negeri kita yang sekarang ini. Pejabat pejabat kita yang sekarang hanya memikirkan kepentingan kepentingan sendiri dan tidak mementingkan kepentingan masyarakat. Dimulai dari kasus korupsi dimana mana, pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, lambatnya tanggapan dan respon pemerintah akan kepentingan rakyat kecil, sampai dengan kebijakan kebijakan pemerintah yang cenderung berat sebelah.

            Selain itu masih banyak sekali kasus kasus yang berkaitan dengan toleransi dan kesalahpahaman. Banyak sekali masyarakat melakukan aksi bela membela yang sebenarnya malah menambah kekacauan negeri ini. Dan yang terbaru, kasus salah paham dan main hakim sendiri yang mengakibatkan seorang penduduk dibakar hidup hidup karena dituduh mencuri. Belum lagi kasus kasus pembegalan, pembunuhan dan kasus kasus penganiayaan dimana mana. Namun sikap aparat dan pemerintah bisa dibilang sangat lambat dalam menangani kasus kasus tersebut. Sangat disayangkan memang. Namun sekarang rakyat tidak bisa berbuat apa apa. Aspirasi aspirasi masyarakat sudah tidak didengar, dan rakyat sekarang hanya bisa berharap sistematika pemerintahan indonesia berubah menjadi yang lebih baik. Masyarakat pastinya sangat rindu akan Indonesia yang dulu. Rindu akan indonesia yang adil, yang makmur. rindu akan Indonesia yang penuh akan kerkunan dan toleransi, rindu akan Indonesia yang bersifat demokrasi. Namun sekarang semua itu hanyalah impian dan khayalan yang harus direalisasikan para generasi muda.

            Kini yang harus memperbaiki Indonesia itu adalah para generasi muda. Generasi muda termasuk saya harus berjuang untuk memperbaiki reputasi bangsa yang sudah tercemar akan generasi sekarang. Bagaimana kita harus memperbaikinya? Yang jelas kita harus merubah sikap dan cara berpikir kita terlebih dahulu. Kita harus merubah mental kita yang awalnya lebih sering memikirkan diri sendiri atau egois, menjadi lebih mementingkan kepetingan kelompok terlebih dahulu. Kemudian, kita harus lebih bersikap tidak mengambil keputusan dengan sekali berpikir, cobalah kalau membuat keputusan itu harus dipikirkan berkali kali sambil memikirkan manfaat atau akibat kedepannya setelah kita memuat atau memutuskan keputusan tersebut. Kemudian kita sebagai generasi muda harus mengajak dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya toleransi antar masyarakat, karena pada dasarnya negara kita adalah negara kesatuan, dan yang terpenting adalah, kita harus menyadarkan para rakyat indonesia bahwa UANG bukanlah segalanya.

            Saya sebagai mahasiswa FISIP UNS prodi Hubungan Internasional akan membantu memperbaiki reputasi negara kita di bidang Diplomatik, saya akan memberitahu kepada dunia bahwa negara kita masih bisa lebih menunjukkan tajinya di kancah internasional. Dan sebagai warga Indonesia, saya bersama para generasi muda lainnya siap untuk membuat Indonesia menjadi negara yang tentram, adil, dan makmur tanpa merubah dasar negara kita, yaitu Pancasila.   

            Mungkin itu saya yang bisa saya tulis untuk Indonesia, yang jelas saya sangat berharap Indonesia bisa jaya seperti dahulu. Pemerintah indonesia bisa berjalan dengan sangat baik, masyarakat indonesia menjadi makmur, dan kerukunan serta toleransi antar masyarakat kembali kuat.Karena Indonesia pada dasarnya adalah negara yang multikural yang berarti indonesia memiliki berbagai macam suku, budaya, agama dan adat istiadat.

Di bagian pertama ini, saya akan membahas terlebih dahulu perkembangan Indonesia dalam satu tahun terakhir. Menurut saya, perkembangan Indonesia saat ini sudah mulai membaik,kita bisa melihat perkembangannya semenjak pergantian presiden dari Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo menurut saya memang benar benar ingin merombak Indonesia agar dapat menjadi bangsa dan negara yang lebih maju lagi. Saya akan membahas sektor perikanannya, bisa dilihat Pak Jokowi memilih Ibu Susi Pudjiastuti untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Semenjak menjadi menteri hingga saat ini Ibu Susi sudah banyak menenggelamkan kapal yang dianggap melanggar peraturan perairan. Kapal-kapal tersebut terpaksa ditenggelamkan oleh menteri hebat kita ini karena ingin mengambil kekayaan biota-biota laut yang ada di perairan Indonesia. Pantas saja karena memang biota-biota laut dan kekayaan laut perairan Indonesia memang sangat indah. Selain dari segi perairan, kita juga bisa lihat dari kasus kasus koruptor yang sangat membahayakan keuangan negara. Pada pemerintahan Pak Jokowi saat ini sudah banyak koruptor yang berhasil ditangkap dan diberikan hukuman. Jadi untuk tahun tahun berikutnya para koruptor akan diberantas habis oleh Pak Presiden, dan ini dapat membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi. Selain pemberantasan koruptor, segi ekonomi juga bisa dilihat dari stabilnya nilai tukar rupiah dari hari ke hari.

                Lanjut ke bagian kedua yaitu harapan dan cita cita untuk Indonesia. Harapan dan cita-cita saya untuk bangsa Indonesia kedepannya adalah untuk terus mempererat tali persatuan dan kesatuan. Karena akhir-akhir ini masih banyak kasus yang menonjolkan kepentingan pribadi atau golongannya saja, tidak untuk kepentingan Negara. Seperti kasus FPI (Front Pembela Islam), ini menunjukkan bagaimana kelompok itu ingin mewujudkan kepentingan kelompoknya saja, dengan cara ingin membuat bangsa Indonesia menjadi negara menurut syariat islam. Padahal itu semua tidak menunjukkan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dan tidak sesuai dengan Pancasila terutama sila ke satu. Selain itu, harapan dan cita cita saya untuk Indonesia adalah lebih baik lagi dan lebih tegas lagi dalam menyikapi masalah masalah yang ada di bangsa ini. Masih banyak kasus kasus salah tangkap, kasus-kasus yang hukumannya terlalu berat atas kesalahannya atau malah sebalikya, kasus berat tetapi malah hukumannya yang ringan. Seperti contoh kasus seseorang mencuri sandal jepit, hanya sebatas sandal jepit saja malah diberi hukuman 5 tahun penjara, sedangkan para koruptor yang mencuri uang milyaran rupiah malah ada yang diberi hukuman hanya 1,5 tahun saja. Nah menurut saya, hukum di Indonesia belum berjalan dengan baik, dan cita cita saya agar hukum di Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun.

                Lalu lanjut ke bagian terakhir yaitu peran yang ingin diambil sebagai mahasiswa FISIP UNS untuk meraih cita-cita bagi bangsa Indonesia. Peran saya sebagai mahasiswa FISIP UNS adalah untuk lebih bersungguh sungguh dalam belajar, apalagi saya masuk jurusan Hubungan Internasional. Saya ingin membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional, membuat perundingan dengan negara-negara lain, membantu negara lain yang sedang kesusahan, dan juga bekerja sama dengan negara lain. Selain itu, saya juga akan terus membawa dalam doa saya agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan hal-hal yang baik untuk bangsa kita, segala perselisihan, percekcokan, huru-hara dapat terhilangkan dan diganti dengan damai sejahtera untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam juga kaya akan keanekaragaman dari segi apapun. Namun hal tersebut pula yang menyebabkan negeri kita menjadi negeri yang mengalami banyak masalah yang harus segera diselesaikan. Dari masalah ekonomi, sosial budaya, politik dan masih banyak lagi. Dari periode ke periode masalah tersebut masih saja muncul dan tidak sanggup untuk hentikan.

Banyak hal yang harus dibenahi oleh negeri ini. Entah dari segi pemerintahannya, atau cara mengatasi masalah tersebut yang kurang efektif. Masalah kemiskinan misalnya. Sudahkah kemiskinan di Indonesia teratasi? Menurut saya memang pemerintah telah berupaya untuk mengentaskan maslah tersebut. Namun pada kenyataannya kemiskinan masih merajalela seolah pemerintah hanya berkoar-koar membrikan janji pada rakyat. Pemerintah memang melaksakan pembangunan, namun sepengetahuan saya pembangunan tersebut tidak sebanding antara wilayah kota yang terus dibangun dan wilayah desa atau pelosok yang sangat memprihatinkan. Seolah diam walaupun pelosok negeri memiliki potensi. Pemerintah tidak cepat bergerak dan barulah bertindak ketika telah mencuat ke media masa. Miris.

Kita boleh menyalahkan pemerintah, tapi lihat dari segi pandang yang lain. Apakah masyarakat juga ikut berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut? Banyak sekali masyarakat Indonesia yang malas mencari pekerjaan. Banyak sekali dari mereka yang hanya mengharapkan bantuan orang lain maupun bantuan dari pemerintah, banyak sekali yang hanya diam dan tidak melapor kepada pemerintah desa atau yang bersangkutan. Padahal bisa jadi pemerintahpun tidak begitu tahu harus memberikan bantuan atau melakukan pembangunan kepada siapa dan dimana tanpa ada data dari bawah.

Selain hal itu, niat pemerintah untuk mengurangi dan memberantas kemiskinan sebenernya ada. Dilihat dari bukti bantuan langsung tunai pada masyarakat, dari Kartu Indonesia Pintar untuk anak sekolah, dan masih banyak lagi. Namun masih saja bantuan tersebut yang tidak tersalurkan dengan benar. Masih ada saja oknum yang melakukan korupsi padahal hal itu untuk orang yang membutuhkan (miskin). Jika kita berfikir logis misal tidak korupsi di negri ini pastilah kemiskinan akan tuntas karena uang yang sebenarnya untuk orang yang membutuhkan malah digunakan untuk orang yang berkecukupan makanya terjadi kesenjangan sosian yang sangat mencolok. Maka dapat dikatakan kondisi di Indonesia saat ini adalah yang kaya bertambah kaya dan yang miskin akan semakin miskin, kondisi Indonesia saat ini kacau. Indonesia memang kaya namun karena sumber daya manusianya yang begitu tidak peduli dengan negeri tidak ada gunanya kekayaan tersebut. Toh banyak dari masyarakat hanya karena uang banyak memberikan kekayaan alam Indonesia ke negara lain dan masyarakat setelah itu tidak dapat menikmati hasil alam negeri sendiri.

Apa pemerintah hanya akan tinggal diam? Apa masyarakat juga hanya akan berpangku tangan dan duduk menunggu perubahan bagi hidupnya? Ayo semua elemen masyarakat memikirkan hal itu. Pemerintahan diperbaiki, masyarakat juga yang mudah untuk ditata, seluruh masyarakat melaksanakan kewajiban jika ingin haknya dipenuhi. Jika kita berpikir segala maslah sangat erat kaitannya dengan ekonomi. Maslah ekonomi haruslah di atasi, karena jika masalah ekonomi tidak ada dan cenderung maju pasti akan diikuti oleh bidang yang lain baik sosial dan budaya.

Sebagai mahasiswa FISIP yang bergelut dibidang sosial dan politik, harus berperan melakukan perubahan agar Indonesia lebih baik. Ikut andil dalam memperhatikan masalah sosial agar segera bisa diatasi. Dilam bidang politik kita harus menerapkan prinsip berpolitik yang baik. Agar segala macam kejahatan juga tiak akan terjadi. Semua masalah terjadi tidak akan selesai jika hanya pemerintah yang mengupayakan begitu pula sebaliknya. Nah kesimpulannya seluruh elemen masyarakat haruslah paham sebagai apa perannya dan apa yang harus dilakukan untuk kehidupan negeri ini lenih baik lagi. Untung yang didapat tidaklah untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri kita sendiri.

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

            Menjadi seorang pemimpin adalah suatu hal yang luar biasa bisa dibilang kebanggaan, tetapi disamping itu aku harus mengemban tanggung jawab besar juga. Tidak hanya mengemban tanggung jawab seluruh anggota tetapi juga dihadapan Tuhan yang Maha Esa. Pemimpin ibarat jantung dalam suatu kehidupan. Sesuatu yang sangat penting namun jika terjadi suatu kesalahan kecil akan mengakibatkan sesuatu yang fatal. Hal tersebut sangat diperlukan dalam suatu pengambilan suatu keputusan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin sewajarnya haruslah bersikap bijak dalam memimpin agar keputusannya itu dapat memberikan suatu hasil yang akan dituai dengan sempurna dikemudian hari.

            Seorang pemimpin merupakan cerminan bagi seluruh anggota. Bagaimana pemimpin bertindak dan bertingkah laku itulah nantinya yang akan dijadikan panutan oleh anggotanya. Menjadi seorang pemimpin dituntut harus bersikap adil, tanggap, tegas, serta berwibawa. Fungsi pemimpin tidak hanya sebatas memimpin anggota, namun bagaimna cara seorang pemimpin melahirkan pemimpin baru yang lebih baik dari dirinya. Seorang pemimpin juga harus bisa menyelesaikan masalah, banyak akal dan kreatif. Karena itu jika aku menjadi pemimpin maka aku selalu mengembangkan pikiranku, agar orang yang telah memilihku menjadi pemimpim lebih yakin memilihku untuk menjadi pemimpin. Tetapi menurutku, menjadi seorang pemimpin bisa dimiliki oleh siapa pun. Karena setiap orang itu adalah pemimpin.

            Aku membayangkan jika kelak aku menjadi pemimpin, terbesit pikiran apa aku bisa, apa aku sanggup, tapi aku percaya Nothing is Impossible in The World. Jadi jika suatu saat aku menjadi pemimpin aku akan memimpin dengan caraku sendiri tanpa mengesampingkan pendapat orang lain. Hal pertama yang aku lakukan adalah menentukan visi dan misi yang jelas. Selain visi dan misi yang jelas aku juga harus memahami karakter setiap anggota sehingga aku bisa menenukan langkah kepemimpinan seperti apa yang harus aku terapkan nantinya. Karena sorang pemimpin tidak akan bisa berjalan sendiri tetapi membutuhkan keyakina dan kerjasama tim yang baik. Aku kuga harus memperkuat hubungan internalku, agar kedepannya mempererat emosional antara aku sebagai pemimpin dan para aggotaku.

            Aku juga akan menerapkan gaya kepemimpinan yang ikut turun tangan dan terjun langsung bersama anggota. Aku tidak ingin hanya duduk diam menerima hasil tetapi aku juga ingin ikut terlibat dalam setiap prosesnya. Sebagai seorang oemimpin aku juga harus bisa menerima setiap kritikan untuk mengevaluasi kerjaku. Seprang pemimpin juga harus bisa membedakan urusan pribadi dengan urusan organisasi. Hal lain yang tak kalah penting yaitu aku akan membangun relasi dengan organisasi atau instansi lain untuk mengembangkan instansi yang aku pimpin.

            Aku juga kan melibatkan seluruh anggotaku untuk mencapai program kerja agar semuanya terlaksana dengan baik, juga memastikan seluruh anggotaku mengerti dan paham program kerja apa yang akan dilaksanakan kedepannya. Dalam kepemimpinanku kelak aku tidak hanya membuat rencana demi rencana tetapi aku harus merealisasikannya dan membuktikan kepada orang banyak. Aku juga akan membedakan antara rencana jangka pendek hingga jangka panjang. Selalu mengingatkan anggota bahwa kerja sama tim sangat dibutuhkan dalam mencapai suatu target. Aku juga selalu membuat inovasi-inovasi baru bersama angotaku nanti, selalu menerima ide-ide kreatif dari berbagai pihak demi terus memajukan organisasi/instansi. Tak kalah penting aku juga harus selalu menjaga sikap rendah hati, tidak membeda-bedakan setiap anggotaku, selalu menjaga sikap baik pada semua orang sebelum, selama, dan setelah menjadi pemimpin.

            Inilah gambaranku jika kelak aku menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin organisasi, instansi, atau sebuah forum. Meskipun nanti didepan menjadi seorang pemimpin tak semudah membalikkan telapak tangan, tapi aku yakin aku pasti bisa dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

Menjadi seorang pemimpin adalah suatu hal yang sangat membanggakan sekaligus beban jika kita tidak mampu mengemban tugas kepemimpinan dengan baik. Oleh karena itu, menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar, tidak hanya tanggung jawab kepada sang Maha Pencipta Allah SWT dan juga kepada seluruh anggota yang kita pimpin.

Konsep Pemimpin berasal dari kata asing leader” dan kepemimpinan leadership”. Kartono mengatakan bahwa pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain, melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu. Sedangkan Kouzes menjelaskan bahwa pemimpin adalah vionir sebagai orang yang bersedia melangkah ke dalam situasi yang tidak diketahui, pemimpin yang mempunya visi yang jelas dapat menjadi penuntun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin. Secara umum, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memengaruhi individu dan atau sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan. Terkadang seorang pemimpin mau mengubah orang lain, namun ia sendiri gagal dalam mengaplikasikan hal tersebut pada dirinya. Seorang pemimpin haruslah terlebih dahulu memperbaiki kekurangan yang ada pada dirinya. Banyak pemimpin yang gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin. Hal tersebut bahkan memberikan pengaruh buruk terhadap organisasi yang ia pimpin, tapi itu semata-mata bukan karena ketidakmampuan dalam memimpin dan mengatur anggotanya, tetapi karena mental dari pemimpin itu sendiri yang membuat dirinya gagal.

Pemimpin sangat penting dalam suatu organisasi. Pemimpin ibarat jantung yang menjadi nyawa dalam kehidupan kita. Jika tidak ada jantung, maka kita tidak bisa hidup karena jantung merupakan organ terpenting dalam tubuh kita. Jadi, suatu organisasi tanpa adanya pemimpin maka organisasi tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kalaupun ada pemimpin saja dalam suatu organisasi, belum tentu bisa berjalan dengan baik. Maka dibutuhkan pemimpin yang cerdas, bertanggung jawab, serta mampu mengambil suatu keputusan dengan baik. Sesuatu yang sangat penting namun jika terjadi suatu kesalahan kecil akan mengakibatkan sesuatu yang fatal. Hal tersebut sangat diperlukan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin haruslah bersikap bijak dalam memimpin agar keputusannya dapat memberikan suatu hasil yang sempurna dan sesuai harapan. Seorang pemimpin tidak akan berhasil apabila tidak disertai bantuan dari para bawahan atau anggotanya, sehingga diperlukan adanya partisipasi dalam membangun suatu organisasi.

Untuk menjadi seorang pemimpin kita harus harus tegas, berani, jujur, cermat, terampil, kreatif, mandiri, serta mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk mengatur bawahan/ anggota kita. Selain itu, kita sebagai pemimpin harus bisa menjadi pemimpin yang baik oleh para bawahan/ anggotanya. Misalnya, seorang pemimpin sifatnya harus lebih baik dari bawahan / anggotanya. Seorang pemimpin juga harus bisa menyelesaikan masalah, banyak akal dan kreatif. Karena itu jika aku menjadi pemimpin maka aku selalu mengembangkan pikiranku, agar orang yang telah memilihku menjadi pemimpin lebih yakin memilihku untuk menjadi pemimpin. Tetapi menurutku, menjadi seorang pemimpin bisa dimiliki oleh siapa pun. Karena setiap orang itu adalah pemimpin. Sebagai seorang pemimpin juga harus dapat menerima perbedaan pendapat, dan jadi seorang pemimpin itu harus rendah hati, mau mendengarkan pendapat dari bawahannya.
            Seandainya aku menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan maka tentu saja aku harus mempunyai visi, misi, tujuan dan strategi apa yang aku harus jalankan agar perusahaan yang ku pimpin bisa maju dan berkembang. Sebagai seorang Direktur, tentu saya harus menguasai permasalahan serta menguasai secara mendalam kondisi perusahaan yang akan saya pimpin. Jika saya menjadi seorang Direktur maka visi saya adalah : Menjadikan perusahaan yang saya pimpin menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan oleh perusahaan lain serta menyejahterakan karyawan saya. Untuk mewujudkan visi tersebut maka tentunya saya harus mempunyai misi. Adapun misi saya seandainya saya menjadi Direktur adalah : Mengelola perusahaan dengan terkoordinir, pengembangan SDM dengan mengadakan training untuk para bawahan atau karyawan saya, dan pemanfaatan perusahaan secara baik dan inovatif, sehingga tercapai pemanfaatan optimal dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk memajukan perusahaan yang akhirnya memberi konstribusi berupa keuntungan bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri. Jika visi dan misi tersebut berhasil, maka berhasil pula saya memimpin perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan yang saya pimpin semakin jaya.

~Novenda H.N.P~ Sosiologi

Zaman berganti, bayi menjadi anak-anak, anak-anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, dewasa menjadi orang tua, orang tua menjadi manula; manusia lahir dan meninggal seiring waktu. Dari tiap generasi pasti ada yang menjadi pemimpin, entah itu memimpin suatu perusahaan, memimpin suatu bangsa, memimpin suatu organisasi, maupun memimpin sebuah keluarga. Seorang pemimpin memiliki beban yang cukup berat, harus dapat memimpin sebuah rapat, harus dapat membagi waktu, harus mengerjakan kewajibannya, dan masih banyak lagi.

Jika aku menjadi pemimpin, banyak hal yang akan menjadi tanggung jawabku. Mengkoordinir rekan-rekan kerjaku, memulai sebuah pertemuan, menyajikan slide demi slide dalam presentasi, menjadi pembicara yang dapat memotivasi sesama rekan kerja, mewujudkan visi dan misi, serta kegiatan lain yang masih belum terhitung. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang muda. Seorang pemimpin harus jujur, disiplin, bertanggung jawab, dapat mengatur segala hal agar proporsional, dan sebagainya. Jika aku menjadi pemimpin, aku ingin mensejahterakan rekan-rekanku maupun orang-orang yang aku pimpin. Baik itu kesejahteraan rohani maupun jasmani. Misalnya saja aku menjadi seorang bupati atau gubernur, tentu saja aku harus mencukupi seluruh kebutuhan penduduk yang aku pimpin, aku harus mengatur pemasukan dan pengeluaran agar seimbang, aku harus mengawasi setiap stafku agar tidak ada kesalahpahaman ataupun muncul kawanan tikus berdasi di masa kepemimpinanku. Aku akan mencanangkan beberapa program dalam rangka untuk memakmurkan penduduk, mulai dari sandang, pangan, dan papan yang terjamin; fasilitas kesehatan yang memadai, fasilitas umum yang tersedia dimanapun sehingga mudah dijangkau, serta masih banyak program lain yang mungkin muncul secara spontanitas tergantung dengan kondisi penduduk maupun daerah yang kupimpin saat itu. Tapi, tentu saja, agar masyarakat mendapatkan haknya, mereka tetap harus memenuhi kewajiban sebagai masyarakat terlebih dahulu, seperti membayar pajak yang telah ditentukan, mengikuti prosedur yang diberikan pemerintah, merawat fasilitas yang ada, dan sebagainya. Jika aku menjadi pemimpin, aku siap menerima saran dan kritik dari masyarakat, karena saran dan kritik dapat membuatku menjadi pribadi dan pemimpin yang introspeksi diri serta menjadi lebih baik ke depannya.

Aku ingin menjadi pemimpin yang disegani masyarakatku kelak, mereka tidak segan untuk menyapaku, bercanda denganku, mendiskusikan masalah masyarakat yang ada denganku, serta kami dapat mencoba mendiskusikan bagaimana cara untuk memecahkan masalah tersebut. Aku ingin masyarakatku merasakan jika tidak sia sia mereka memilihku sebagai pemimpin mereka. 

Jika aku menjadi pemimpin, aku akan berusaha untuk mewujudkan nilai nilai dari Pancasila di kehidupan nyata. Taat pada agama, nilai kemanusiaam yang dijunjung tinggi, persatuan dan kesatuan yang nyata, musyawarah untuk menyelesaikan segala problma, dan keadilan yang merata untuk seluruh masyarakat. Juga aku akan berusaha mewujudkan cerminan dari isi yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, baik itu isi dari pembukaannya maupun isi dari tiap butir pasal beserta ayatnya. Mulai dari hak asasi manusia yang kini mungkin kian menipis karena moral telah terkikis, aku akan mencoba memperbaiki hal yang penting agar masyarakat hidup sejahtera. Kebebasan berpendapat di muka umum, memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan pekerjaan yang sesuai, memperoleh upah yang setara dengan apa yaNg dikerjakannya, penghidupan yang layak, hak yang sama di hadapan hukum karena sejatinya hukum harus adil, tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hal tersebut kini makin marak terjadi di masyarakat, dimana para koruptor hanya dihukum dengan hukuman yang ringan, sedangkan masyarakat biasa yang melakukan kesalahan kecil dihukum dengan hukuman yang berat, sungguh miris. 

Maka dari itu, aku ingin memperbaiki tatanan politik, hukum, ekonomi maupun sosial budaya agar masyarakat kelak dapat hidup dengan baik dan memperoleh haknya dengan tida mengesampingkan kewajibannya.


JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

 

Halo teman-teman, kenalin aku Rian Bimo Nugroho dari prodi Ilmu Komunikasi dan tugas kali ini sangat menarik , membuat blog.

Dari judul udah menarik nih, jika aku menjadi pemimpin yah itu adalah mimpi yang benar-benar wow tapi juga berat. Sebenarnya pemimpin itu adalah hal yang luas dan kita bisa memimpin dimana saja bahkan memimpin diri kita sendiri itu yang sering kita anggap remeh dan sering kali kita gak pikirkan. Bahkan sering kali kita mungkin hebat memimpin orang lain tapi mimpin diri sendiri kita aja malah kadang kita keteteran.

Oke kembali ke topik, jika aku menjadi pemimpin yang bakal aku lakukan adalah mengevaluasi apa yang kurang dan perlu diperbaiki dari pimpinan sebelumnya karena hal ini sangat penting coba deh bayangkan jika periode lalu ada banyak hal fatal yang dilakukan dan tak dilakukan evaluasi hingga terulang lagi inilah yang namanya pemimpin yang gagal yaitu pemimpin yang mengulangi kesalahan yang sama dari pemimpin-pemimpin pendahulunya.

Selanjutnya yang namanya memimpin itu gak mudah lo emang keliatannya para pemimpin itu hidup bahagia pada akhirnya ya emang si bahagia tapi dibalik itu semua kerja keras yang mati-matian harus dilakukan, makanya jika aku jadi pemimpin aku pribadi gak akan melihat apa itu penghargaannya apa itu keuntungannya tapi bagaimana kontribusi aku , bagaimana proses yang aku ciptakan untuk membuat sebuah struktur yang aku pimpin itu bisa membuahkan hasil yang benar-benar maksimal. Bisa dibilang gini jangan tanya apa yang kamu dapat dari sesuatu yang kamu pimpin tapi tunjukan apa yang kamu lakukan untuk suatu organisasi yang kamu pimpin tersebut. Gitu loo hahaha

Yang selanjutnya masih ada hubungan sama yang diatas si kalau aku jadi pemimpin tu pastikan banyak kerja jangan cuman bicara, bukan apa-apa ni pemimpin emang si banyak menjadi penyuruh daripada disuruh tapi bukan berarti kita bisa semena-mena hanya bicara. Banyak sekarang pemimpin yang cuman banyak berkata-kata dan kerjanya ya begitulah. Tapi sekarang aku suka nih sama pemimpin Indonesia yang sekarang, Pak Jokowi benar-benar banyak kerja nyata yang dibuktikan dan kabinet kerja itu bukan cuman kata-kata aja tapi benar-benar terealisasikan.

Selanjutnya nih, jika aku jadi pemimpin harus siap bagaimana kondisi dan dimana posisi organisasi atau apapun yang kita pimpin. Karena semuanya itu pasti dimulai dari bawah. Jarang jika kita mengusahakan sesuatu, sesuatu tersebut akan langsung di atas , apalagi dalam suatu strukur pasti bakalan ada banyak orang dari daerah, latar belakang, sifat yang berbeda tentunya dengan sudut pandang yang berbeda pula. Dan inilah yang katanya paling sulit yaitu memahami orang lain hahahaha. Kadang memahami seorang cewek  aja sulit apalagi banyak orang yang terdiri dari cewek dan cowok yang benar-benar beda. Maka dari itu aku pribadi selalu berusaha memahami sifat-sifat orang disekitarku jadi jika ada perbedaan pendapat akan mudah diselesaikan kalau kita saling mengerti dan memahami.

 

Selanjutnya jika aku jadi  pemimpin itu harus selalu berpegang teguh dengan agama, itulah pondasi dari kadar kepemimpinan seseorang tanpa itu selesai sudah apa yang dia pimpin. Apapaun agamanya pasti itu bakalan mengarah ke hal yang baik contoh aja amanah, jujur, dsb. Kalau orang yang pada korupsi itu ya jelas banget jiwa religiusnya kurang, padahal di awal tugas aja dia udah disumpah jabatan masih aja berani korupsi. Itulah pentingnya agama tanpanya kita gak bakal bisa melakukan sesuatu dengan benar dan bertanggung jawab. Udah dijamin kalau kita punya jiwa religius yang kuat, kita bakal bisa membawa apa yang kita pimpin itu menuju kesuksesan dengan cara yang tidak salah atau bahkan menyimpang.

Mungkin inilah yang dapat aku sampaikan, semoga bermanfaat, terima kasih. Stay awesome

Jika Aku Menjadi Pemimpin

Hai perkenalkan namaku Anggi Ragil Khristanti. Teman teman biasa memanggilku dengan sebutan Enji yang hampir persis dengan nama salah satu penyanyi kondang Indonesia. Kini aku tergabung dalam wadah baru prodi Administrasi Negara di fakultas ilmu sosial dan politik UNS.

Dari nama fakultasnya saja sudah sangat kental dengan aroma politik serta hubungan sosial dalam masyarakat. Politik sangat berkaitan dengan label kepemimpinan.Dewasa ini topik pemimpin sangat ramai dibicarakan, entah dalam media cetak ataupun media online. Tua dan muda sudah melek dengan kata pemimpin.

Dulu sewaktu kecil keingin terbesarku adalah bekerja sebagai professional di bidang kuliner. Maklum, aku lahir di keluarga yang doyan makan dan pintar dalam bidang kuliner. Tetapi seiring bertambah luas pengetahuan, pertemanan, dan kemjuan teknologi kini keinginan itu mungkin sudah terkubur. Sejak duduk di bangku SMP kelas satu, aku sudah mengenal organisasi. Mulai dari situ aku menyukai hal yang berbau dengan kemasyarakatan. Banyak event dan organisasi yang ku ikuti. Kalau boleh jujur nge-event bisa menjadi hobiku. Tim acara yang sering ku hinggapi. Membuat rundown,menjadi time keeper, dan mengundang guest star adalah hal yang menyenangkan. Sekali sekali juga sebagai mandornya. Dan dari situlah aku belajar yang dinamakan dengan pemimpin, memimpin, dan dipimpin.

Tak selamanya kata pemimpin identik dengan penguasa, berat, keras, bahkan ada yang beranggapan pemimpin hanya orang yang menyuruh dan itu pekerjaan yang sangat mudah. Kebanyakan orang membayangkan pemipin adalah pemimpin negara atau Presiden, pemimpin organisasi besar atau pemimpin suatu perusahaan atau CEO. Kali ini aku akan membahas pemimpin dengan sisi yang berbeda. Pemimpin sangatlah dibutuhkan di dalam kehidupan bermasyarakat. Pemimpin diartikan sebagai pelaku yang mengkoordinasi pekerjaan.

Menutuku secara pribadi menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah tapi akan terasa menyenangkan. Seorang pemimpin harus bisa mengatur pekerjaannya secara rapi. Rapi yang dimaksud adalah ia harus pintar membagi pekerjaan untuk memimpin organisasinya dan memimpin dirinya sendiri. Bayangkan saja jika seseorang yang tidak bisa memimpin dirinya sendiri harus memimpin organisasi,yang disana terdapat banyak orang dan pekerjaan yang harus ia koordinir. Itu berati seorang pemimpin yang baik adalah yang bertanggung jawab. Bukan hanya terhadap pekerjaan saja tetapi juga orang yang ia pimpin untuk menggerjakan pekerjaan tersebut . Tanggung jawab yang ia emban bukanlah tanggung jawab yang kecil dan sederhana. Perlu tekad dan kesabaran yang ekstra untuk mengemban tanggung jawab itu. Maka dari itu seorang yang menjadi pemimpin haruslah yang dewasa psikis dan rohaninya. Pemimpin yang bukan hanya sekedar tau soal agama tetapi ia juga pintar untuk menerapkan ajaran dan nilai agamanya di lingkungan kehidupannya.   Ia juga harus pintar mengatur emosi dan moodnya. Janganlah menjadi pemimpin yang terlalu diktaktor terhadap anakbuahmu. Jika ia pintar terhadap agamanya akan secara otomatis mengontrol psikisnya. Pemimpin yang baik juga mau merasakan pahit manisnya melakukan pekerjaan. Akan terasa aneh rasanya jika ia hanya duduk dan menerima pekerjaan yang sudah selesai. Kembali lagi ia bukan contoh pemimpin yang bertanggung jawab. Zaman sekarang mencari pemimpin yang jujur sangatlah krisis. Banyak pemimpin di luar sana yang tersandung kasus korupsi dan penggelapan dana. Memang yang dinamakan uang menjadi hal yang penting bagi setiap orang. Tetapi bukan berarti menjadi hal yang terutama dan pokok. Tidak selamanya kebahagiaan berasal dari sebuah kertas yang mempunyai harga. Petiklah pelajaran yang baik dari memimpin. Agar pekerjaan, jasamu, tetsan keringatmu bermakna dan dikenang.

Jika kelak menjadi seorang pemimpin, yang ku harapkan adalah ia yang menjadi ide dalam esaiku saat ini. Dan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS, aku akan belajar lebih mengenai hal kepemimpinan terutama untuk memimpin Indonesia kelak untuk menjadi bangsa yang besar dan maju. Jangan tanyakan apa yang bangsa berikan padamu tetapi apa yang kau berikan untuk bangsamu. Viva Himagara! Salam Fisip tanggung! Salam Generasi UNS!

Seringkali kita mendengar kata “pemimpin”. Pemimpin adalah orang yang memimpin. Memimpin apa? Bisa jadi memimpin regu, memimpin kelas, memimpin rumah tangga, memimpin instansi, bahkan memimpin negara. Pemimpin juga sering kita dengar dengan istilah “ketua”.

Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena pemimpin seolah-olah menjadi kemudi bagaimana masyarakat akan bergerak. Oleh karena itu, pemimpin harus benar-benar mempunyai keterampilan memimpin yang baik.

Menjadi seorang pemimpin sebenarnya tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat. Mulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Ini karena seorang pemimpin adalah panutan bagi bawahannya. Jika pemimpin dalam suatu kelompok mampu melaksanakan tugas dengan baik, maka ia akan mampu membentuk sebuah kelompok yang hebat.

Menjadi sosok pemimpin mungkin adalah keinginan setiap orang. Bagaimana tidak. Menjadi pemimpin seringkali dibayangkan dapat hidup enak, mengatur segalanya, dihormati, dan ditakuti. Namun, bukan itu sebenarnya tujuan menjadi seorang pemimpin.

Jika aku menjadi seorang pemimpin, itu bukan hal yang tidak mungkin. Bisa saja aku menjadi seorang pemimpin. Ya entah pemimpin dalam hal apa yang pasti jika aku menjadi pemimpin aku akan senatiasa melakukan perbuatan yang baik-baik.

Pertama, jika aku menjadi pemimpin, aku akan senantiasa bersikap disiplin dalam setiap hal apapun. Dengan aku bersikap disiplin maka tugasku sebagai pemimpin pasti akan berjalan lancar. Karena dengan disiplin dapat membuat segala sesuatu pekerjaan selesai tepat waktu.

Kedua, jika aku menjadi pemimpin, aku akan berusaha menjadi orang yang bertanggungjawab. Tanggungjawab seorang pemimpin tidaklah mudah. Jika ada suatu kesalahan, dan sekecil apapun kesalahan tersebut yang dilihat pertama kali adalah pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu bertanggungjawab dalam menangani segala macam masalah.

Ketiga, jika aku menjadi pemimpin aku akan bersikap adil. Bersikap adil dapat dilakukan terhadap seluruh bawahan dan anggota. Dengan sikap pemimpin yang adil, maka seluruh anggota akan merasa nyaman bekerjasama dengan pemimpin.

Keempat, jika aku menjadi pemimpin aku harus bersikap bijaksana, jujur, dan amanah. Dengan sifat yang kita miliki tersebut dapat membawa kita pada kemudahan dalam suatu pekerjaan apapun.

Diibaratkan saja menjadi seorang pemimpin di suatu instansi, maka aku harus memberikan yang  terbaik bagi semua anggota instansi tersebut. Bersikap ramah sudah pasti harus dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan sesama. Yang jelas jika seorang pemimpin bersikap ramah, anggota yang lain tidak akan sungkan untuk melakukan diskusi apalagi hanya sekedar berbincang.

Mampu menumbuhkan semangat pada setiap anggota juga hal yang penting bagi setiap pemimpin. Bagaimana tidak. Dengan menumbuhkan semangat bagi setiap anggota, maka anggota akan selalu bersemangat, giat bekerja, dan tidak mudah menyerah.

Banyak sekali hal-hal yang akan aku dapatkan jika aku menjadi pemimpin. Mulai dari keterampilan memimpin, berkomunikasi, membangun kelompok kerja yang baik, bekerjasama, dan masih banyak hal lain lagi. Bisa juga belajar bagaimana menghadapi masalah , cara menyikapinya, dan menemukan solusinya dengan cepat dan tepat.

Jika aku menjadi pemimpin, akan kubagi setiap hal-hal positif kepada setiap orang. Membagi ilmu yang bermanfaat dan berhubungan baik terhadap setiap orang. Dengan berbagai kiat menjadi pemimpin tersebut harapannya aku akan menjadi pemimpin yang bermanfaat serta membawa perubahan yang besar bagi setiap orang tentunya dalam hal kebaikan.

Kesimpulannya, jika aku menjadi pemimpin, aku akan senantiasa memberikan yang terbaik terhadap sesama. Akan kubagi setiap energi positif yang ada pada aku terhadap sesama, tetap rendah hati, dan benar-benar menjalankan tugas sebgaimana mestinya. Aku juga harus selalu siap untuk menerima kritik dan saran dari orang lain yang membangun.

Dengan menjadi seorang pemimpin yang hebat, maka akan sangat berguna dalam kehidupan manusia. Jangankan untuk suatu kelompok, suatau negarapun jika punya pemimpin yang baik pasti akan menjadi negara yang kuat, tangguh, dan hebat.

 

Pages: 1 2 3 »