User blogs

Tag search results for: "#fisiptangguh #pkkmbfisip2017"

UPAYA PENINGKATAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara berkembang yang menduduki 5 besar dalam populasi terpadat dunia, namun tidak semua warga Indonesia memiliki potensi ketenagakerjaan yang baik. Bahkan,tidak sedikit jumah pengangguran yg masih berusia produktif. Lalu, dengan era globalisasi dan perdagangan bebas seperti sekarang, apakah Indonesia menjadi negara yang sukses atau bahkan menjadi pecundang? Kemajuan bangsa atau negara sendiri tergantung niat untuk berubah dalam diri masing masing setiap individu.Pemerintah  telah melaksanakan pembangunan nasional bersama dengan komponen bangsa. Pengertian pembangunan nasional sendiri adalah pembangunan manusia  di Indonesia seutuhnya yang adil, makmur, aman dan sejahtera serta berjiwa merdeka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang indikatornya diukur dalam Human Development Index (HDI) atau Index Pembangunan Manusia. Peran pemeritah hanya membantu masyarakat untuk lebih maju tidak ada hak memaksa masyarakat. Berdasarkan data tahun 2013, jumlah penduduk di Indonesia sekitar 245 juta jiwa. Pulau Jawa yang hanya meliputi 7% dari seluruh luas Indonesia, dihuni antara 55 – 60% penduduk. Komposisi usia produktif (15 – 64 tahun) adalah sekitar 68%, atau dependency ratio sekitar 45%. Dengan berdasarkan data ini, persebaran penduduk tidak rata dan akan mengakibatkan banyaknya pengangguran.

Dengan adanya masalah ini, ada berbagai cara untuk menyelesaikannya. Antara lain dengan merekonstruksisasi pembangunan di pusat dan berbagai daerah, mengutamakan kualitas pendidikan kesehatan, serta membuat kebijakan tentang perkonomian di pasar global. Dan membuat sekolah menjadi semenarik mungkin sehingga orang tidak malas untuk bersekolah, subsidi untuk sekolah sekolah negri sangat penting untuk ditegakan dan diperjelas, sehingga uang dari pemerintah tidak di pakai istilahnya ‘korupsi’ oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, tidak memikirkan nasib bagi orang yang tidak mampu. Kita tidak bisa memandang sebelah mata orang orang yang tidak mampu karna sebagaian besar menurut saya, bibit unggul untuk bangsa Indonesia adalah orang yang perekonimian nya rendah. Mereka pasti punya cita cita yang lebih serius dibanding orang orang yang lebih mampu, yang biasanya banyak godaan untuk bermalas malasan.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, pertama kali saya pasti mensosialisasikan ke masyarakat banyak bahwa pendidikan dan kretifitas penting sekali untuk membangun bangsa Indonesia ini yang masih termasuk negara berkembang ini, komunikasi sangatlah penting supaya tidak ada kesalahan yang awalnya sepele lama kelamaan menjadi masalah yang sangat fatal. Setelah mensosialisasikan dengan benar lanjut ke tahap dua yaitu menerapkan akan semangat kepada para pengrajin dan pengusaha muda untuk meningkatkan kualitas jasa serta mengajak penduduk Indonesia (terutama menengah keatas) untuk stop membeli produk import dan mencintai produk sendiri sebagai suatu sikap penghargaan kepada pemudi dan bersikap nasionalisme terhadap negara sendiri.  Setelah saya lulus dari perkuliahan komunikasi ini saya pasti akan menjadi penggerak untuk membangun bangsa, karna saya yakin belajar di prodi ilmu komunikasi pasti diajarkan untuk menjadi lebih aktif dibidang apapun, menjadi lebih berani untuk ngomong didepan dan lebih berani berbicara yang sebenarnya tidak dibuat buat sesuai dengan fakta pada kehidupan sehari hari kepada orang banyak dengan baik dan benar dan membuat orang orang menjadi lebih mudah mengerti apalagi kita kerja dengan sepenuh hati maka hasilnya akan menjadi hasil maksimal. Fungsi sebagai penggerak itu sangat penting apabila masyarakat luas hanya mempunya niat tapi tidak berani untuk tampil membangun negara sendiri maka, negara Indonesia tidak akan menjadi negara maju selamanya.

Jika Aku Menjadi Pemimpin

 

            Pemimpin dalam konteks penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Sedangkan dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Jika saya menjadi pemimpin suatu saat nanti, saya ingin menjadi seorang pemimpin yang dapat memberikan contoh ke orang lain. Dan yang pasti, contoh dalam arti baik. Karena ketakutan saya menjadi pemimpin adalah ketika orang memandang kita buruk selama hidup kita. Oleh karena itu saya harus membuat hubungan baik dengan setiap orang di sekitar saya. Tetapi, tentunya dalam melaksanakan hal itu saya juga harus memonitor setiap kegiatan yang dilakukan bawahan saya. Apakah hal yang mereka lakukan sudah cukup baik atau masih banyak yang harus diperbaiki.

            Ketika saya menjadi seorang pemimpin, saya juga harus membuat keputusan yang adil. Menurut saya ini adalah salah satu hal tersulit karena pasti akan ada pro dan kontra di dalam keputusan yang saya ambil. Jadi, kegiatan musyawarah dan menyampaikan pendapat merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan. Menjadi pemimpin menurut saya juga memiliki arti bahwa kita harus bekerja lebih keras dibandingkan dengan orang lain. Karena dengan itulah kita dapat mempengaruhi orang lain melalui kerja keras kita agar aktifitas-aktifitas yang akan dilaksanakan akan berjalan lancar.

            Saya ingin membangkitkan semangat dan bakat terpendam rekan kerja saya karena dengan seperti itu mereka akan membangun loyalitas kepada kita. Mereka juga perlu dibimbing dengan baik, diberi masukan membangun, dan memiliki sistem kerja sama yang baik dengan semua orang. Kerja sama akan membuat kita menjadi lebih terbuka dalam menerima pendapat, tidak egois, lebih menghormati orang lain, dan sopan dalam berbicara. Mungkin sekilas terlihat mudah, tetapi setelah kita menjalankannya, kita akan merasakan hal yang berbeda.

            Seorang pemimpin juga memiliki tanggung jawab yang besar. Pemimpin bertanggungjawab dalam menyusun tugas lalu menjalankannya lalu mengevaluasinya dengan benar. Karena setiap kesalahan akan memunculkan konsekuensi yang harus kita ambil karena kita harus membuat kesuksesan di setiap rekan kerja kita tanpa kegagalan. Walaupun kegagalan merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu pemimpin harus menyeimbangkan antara tujuan dan prioritas. Kedua hal tersebut harus seimbang karena ketika kita memiliki prioritas, kita harus mencocokkannya dengan tujuan yang kita ambil. Jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukanprioritas. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara
efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif. Saya akan menjalankan tugas dari yang paling penting sampai tugas yang terlihat mudah.

            Seorang pemimpin juga dituntut untuk memiliki pemikiran yang analitis dan konseptual. Saya harus berpikir secara objektif lalu mengidentifikasi masalah yang ada dengan akurat. Dan jika saya dihadapkan pada masalah yang rumit, saya harus menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan dengan perlahan-lahan mengaitkannya dengan pekerjaan lain. Masalah atau konflik adalah hal yang normal. Konflik selalu terjadi pada setiap tim atau organisasi. Oleh karena itu kita harus dapat menjadi mediator atau penengah dalam menyeselasikan konflik agar memudahkan dalam memunculkan kesepakatan atau hasil dari mediasi. Kita juga harus mampu mengajak dan melakukan kompromi di luar tim atau organisasi milik kita. Karena seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. Jadi inti dari tulisan saya adalah menjadi pemimpin memang bukanlah yang mudah. Kita harus memiliki banyak kemampuan seperti membuat keputusan yang sulit dan harus bias memecahkan masalah. Tapi hal tersebut bukanlah hal yang harus ditakutkan karena masalah atau konflik merupakan hal yang biasa terjadi. Oleh karena itu musyawarah bersama dan kebebasan berpendapat akan memunculkan kerjasama yang baik. 

Tidak banyak orang yang mau menjadi seorang pemimpin, kebanyakan mereka lebih memilih berada didalam zona aman dan menghindar dari resiko dan tanggung jawab yang besar. Banyak orang yang sukses menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab, namun juga tidak sedikit pemimpin yang gagal dalam menjalankan tanggung jawabnya. Lalu bagaimana jika dipilih menjadi seorang pemimpin? Pada kenyataannya menjadi seorang pemimpin memanglah tidak mudah, banyak tanggung jawab yang dipikul, dan semua itu dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan juga kepada anggota-anggota yang kita pimpin.
Menjadi seorang pemimpin yang dicintai perlunya memiliki beberapa kriteria yang harus dimiliki. Seorang pemimpin tidak hanya bisa “ngomong” tapi ia juga harus bisa “ngemong”, ia harus bisa mengayomi anggotanya, Seorang pemimpin yang bisa mendengarkan pendapat ,menghargai prestasi. Seorang pemimpin juga harus bertindak adil (fear), tidak membeda-bedakan anggotanya. Seorang pemimpin yang baik akan dengan tulus menunjukan kepeduliannya pada orang-orang yang dipimpin, seorang pemimpin juga harus tegas.
Tidak hanya bisa memimpin, seorang pemimpin juga harus bisa menjadi panutan bagi orang-orang yang dipimpin. Pemimpin adalah contoh bagi anggotanya, segala sesuatu yang dilalukan akan berdampak juga bagi orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya. Belajar dari Robert Clancy “ pemimpin yang hebat mungkin ada di puncak gunung, tapi pemimpin terhebat biasanya masih ada di lereng-lereng gunung; membantu yang lain untuk mencapai puncak bersama-sama”, banyak hal yang bisa kita ambil dari kutipan tersebut; seorang pemimpin tidak egois melainkan berjuang bersama untuk mencapai sukses bersama.
Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya ingin menjadi pemimpin yang memimpin dengan hati; artinya sebagai seorang pemimpin yang mampu menunjukkan kasihnya kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin saya akan menjadi pemimpin yang tidak hanya sekedar menjadi atasan tapi juga menjadi kawan untuk bawahan-bawahan saya; juga sikap saya sebagai pemimpin tidak semena-mena, karena pemimpin yang hebat bukan pemimpin yang seolah merasa paling benar dan berkuasa tapi pemimpin yang mampu menjadi kawan untuk semuanya.
Sebagi pemimpin saya akan melakukan hal-hal seperti berikut ini :
1. Mengutamakan orang lain daripada diri sendiri
Memberi kesempatan pada orang-orang yang saya pimpin agar mereka mencapai sebuah prestasi, karena seorang pemimpin tahu orang-orang yang dipimpin itu juga memiliki bakat dan prestasi yang harus diapresiasi
2. Menegur dan memberi semangat
Seorang pemimpin harus berani menegur orang yang pantas mendapat teguran, karena semua itu dilakukan untuk kebaikan dan kemajuan orang-orang yang saya pimpin;Walaupun memimpin dengan hati bukan berarti tidak bisa tegas
3. Terbuka dengan bawahan
Mau berbagi kisah hidup dan pengalam kepada orang-orang yang dipimpin , agar mereka memiliki motifasi untuk selalu berkembang dan memcapai potensi terbaik yang mereka miliki
Apa gunanya menjadi seorang pemimpin yang sukses tapi tidak perduli kepada orang-orang yang ada dibawahnya; lebih baik berada di bawah namun sama-sama berjuang untuk meraih kesuksesan. Karena menjadi seorang yang sukses adalah kesenangan namun mampu membantu yang lain untuk sama-sama merasakan kesuksesan adalah sebuah kebahagiaan.

Karena seorang pemimpin adalah seorang yang dihormati bukan ditakuti, mereka tidak memerintah tapi juga memimpin yang lainnya; pemimpin yang bijak mengutamakan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingannya sendiri,seorang pemimpin tidak akan merasakan suksesnya sendiri, tapi dengan orang-orang yang ia pimpin ia sama-sama merasakan sebuah kesuksesan.

Di era sekarang ini memang banyak pemimpin yang menyelewengkan kekuasaannya tapi tidak sedikit juga pemimpin yang bertanggung jawab kepada tugas dan kekuasaannya. Tinggal bagaimana kita memilih, apakah ingin seperti pemimpin yang baik atau sebaliknya.


JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN


Pemimpin sejatinya bukan hanya sekedar orang yang memimpin, namun juga dapat menjadi pedoman dan acuan bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Menjadi pemimpin bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena untuk menjadi seorang pemimpin kita harus memiliki sikap yang tegas, berani, jujur, cermat, terampil, kreatif, mandiri, serta mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk memimpin orang-orang di sekitarnya. Banyak hal yang harus dilalui untuk menjadi seorang pemimpin. Niat saja tidak cukup, namun harus dibarengi dengan usaha serta kerja keras yang tinggi untuk dapat menjadi sosok seorang pemimpin yang berkualitas dengan memegang teguh nilai dan norma yang ada. Belajar mengenai kepemimpinan yang sesungguhnya adalah belajar bagaimana kita mampu mengontrol dan memimpin diri kita sendiri. Memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain, karena kita bukanlah seorang pemimpin yang baik jika belum bisa memimpin diri kita sendiri.


Menjadi seorang pemimpin merupakan tugas yang berat. Pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan yang sudah matang agar benar-benar menjadi pemimpin yang baik. Ada beberapa oang yang bercita-cita untuk menjadi seorang pemimpin kelak dikemudian hari, namun sebagian lagi ada yang enggan untuk berkecimpung dalam dunia kepemimpinan karena tidak merasa tertarik akan hal tersebut. Menjadi seorang pemimpin juga merupakan hak bagi setiap orang. Jika hak sudah berbicara, maka akan terasa sulit untuk menghalanginya karena setiap manusia memiliki haknya sebagai seorang manusia. Seorang pemimpin juga harus memegang teguh asas demokrasi yakni dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hal ini karena letak kekuasaan semata-mata bukanlah berada di tangan seorang pemimpin, namun kekuasaan tertinggi sejatinya berada di tangan rakyat. Seorang pemimpin hanyalah sebagai fasilitator untuk dapat menjalankan roda pemerintahan yang sesuai dengan keinginan, kepentingan, dan tujuan hidup orang banyak.


Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya harus tau pasti bagaimana saya harus menjadi seorang pendengar yang baik. Karena seorang pemimpin tidak hanya berbicara lalu memerintah, namun ia juga harus mendengarkan dengan baik. Ini yang dapat membuat sosok dari seorang pemimpin menjadi lebih dihargai oleh orang-orang di sekitarnya dengan menjauhkan sifat egois atau keinginan untuk menang sendiri. Dengan tindakan seperti ini, seorang pemimpin akan selalu menghargai aspirasi setiap rakyat atau orang-orang yang dipimpinnya.


Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya harus berlaku adil. Oleh karena itu saya harus menerima setiap perbedaan pendapat yang ada dan harus selalu rendah hati. Karena sejatinya seorang pemimpin akan merasa disegani jika dia tidak memiliki sifat sombong atau angkuh serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya.


Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya harus bertindak cepat, tepat, dan tanggap dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Oleh karena itu, saya harus selalu mengembangkan setiap pemikiran yang ada, membuatnya lebih kreatif agar selalu tercipta sebuah inovasi maupun terobosan yang baru untuk dapat dinilai dan dihargai oleh orang-orang yang saya pimpin. 


Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya ingin sekali menyejahterakan orang-orang di sekitar saya. Oleh karena itu saya harus mempunyai visi, misi, tujuan, dan strategi yang jelas dan terprogram dengan baik agar kepemimpinan yang saya jalankan berlangsung sesuai dengan yang saya harapkan dan sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh orang-orang di sekitar saya.


Saya berharap kelak jika suatu saat saya benar-benar menjadi seorang pemimpin, semua hal tersebut dapat saya wujudkan satu persatu dan dapat terealisasi dengan sebaik mungkin agar saya benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan yang seutuhnya. Dan yang paling penting jika saya menjadi seorang pemimpin adalah saya tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang hamba-Nya. Karena tanpa ridho dan rezeki yang diberikan oleh-Nya, itu semua tidak akan berarti apa-apa. Semoga saya beserta anda yang membaca tulisan ini senantiasa selalu dalam lindungan-Nya.


Kepemimpinan bukan bagaimana kita mengatur orang lain untuk mengikuti kita, namun bagaimana kita mengatur diri ini untuk diikuti oleh orang lain.


 

Dalam islam, definisi pemimpin adalah imam atau khalifah yang diberikan amanah dan tanggung jawab yang besar dalam mengarahkan, mengkomandani umat, jamaah ataupun koloninya agar bisa mancapai tujuan dalam persatuan. Tapi menurut saya, pemimpin adalah penentu keberhasilan. Tidak akan ada suatu keberhasilan atau pencapaian tertentu tanpa seorang pemimpin. Maka dari itu diperlukan pemimpin yang tangguh dan hebat.

Walaupun secara keseluruhan pemimpin bukanlah kunci utama, tapi secara garis besar pemimpin adalah penentu keberhasilan yang akan membawa anggotanya dalam mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang baik tau, bagaimana menentukan,  mengarahkan, dan mengambil kepuutusan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk seluruh anggotanya. Pemimpin yang baik tahu kapan harus mendukung dan memastikan setiap anggotanya mendapatkan pengayoman.

Peran pemimpin beraneka ragam, di antaranya adalah sebagai penggerak, motivator, inspirator, penunjuk arah, menyatukan, pelindung, pengayom, penolong, pembagi kasih sayang, mencukupi serta mensejahterakan, dll. Tugas pemimpin dengan demikian memang banyak dan berat. Semua peran itu akan dipertanggung jawabkan, baik di hadapan manusia yang dipimpinnya maupun dihadapan Tuhan kelak.

Siapa yang tidak mau menjadi seorang pemimpin? Semua orang ingin menjadi “kepala” bukan “ekor”. Hanya orang yang tidak mau maju dan malas yang hanya ingin menjadi “rata-rata” bahkan hanya “mengekor” saja. Sudah menjadi keinginan manusia untuk dihormati dan diakui. Menjadi pemimpin adalah salah satu cara untuk mendapatkan keduanya. Pemimpin juga merupakan pilar terbesar yang membuat suatu organisasi tetap berdiri kokoh.

Menjadi pemimpin bukanlah hal simple dan gampang. Cerminan dari suatu organisasi adalah dari pemimpinnya itu sendiri. Pemimpin yang akan menentukan kemana arah organisasi itu kelak. Seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang jelas, cekatan, tanggap, cerdik, tenang, dan dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Jika saya menjadi pemimpin, pertama-tama saya akan menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Mengatur, mengarahkan diri sendiri untuk selalu bersikap disiplin, penuh tanggung jawab dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Setelah saya yakin dapat menjadi pemimpin untuk diri sendiri, barulah saya akan yakin dapat menjadi pemimpin bagi orang lain. Setelah saat itu tiba saya akan menjadi pemimpin yang tidak hanya dihormati tetapi juga disegani oleh semua anggota organisasi. Saya ingin menjadi pemimpin yang tau kapan harus mendengarkan dan tau kapan harus berbicara dan didengar oleh anggota. Saya ingin menjadi pemimpin yang membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan menjadi organisasi yang lebih baik.

Saya ingin menjadi seseorang yang memiliki jiwa yang besar yang dapat menerima segala kritikan dan menjadikannya sebagai bahan untuk memperbaiki supaya menjadi diri yang lebih baik dan membuat organisasi menjadi lebih baik. Saya juga ingin memiliki kerendahan hati agar dapat mengakui kesalahan yang saya perbuat dan menyadarinya serta menjadikannya sebagai bahan untuk evaluasi agar di waktu mendatang tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Saya juga ingin membuat setiap anggota berperan aktif dalam organisasi membiasakan jiwa demokrasi menjadi kebiasaan positif yang terus dijunjung oleh organisasi. Menjamin bahwa hak dan kewajiban setiap anggota berjalan secara seimbang.

Jika saya menjadi pemimpin saya ingin menjadi seorang penentu keberhasilan. Jika saya menjadi pemimpin saya ingin memberikan yang terbaik dari yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang paling baik. Saya juga ingin menciptakan pemimpin-pemimpin yang lain, seperti kata Tom Peters “Pemimpin tidak menciptakan pengikut; pemimpin itu menciptakan lebih banyak pemimpin”.

Stop say “I will do my best” and start say “I do my best”

PTN BH adalah perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah yang berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom.

KEUNGGULAN PTNBH DIBANDINGKAN BLU
Ada 2 keuntungan dengan adanya otonomi yaitu 1) tingkat akuntabilitas yang lebih tinggi dan 2) kemampuan pemerintah untuk menerapkan kebijakannya kepada perguruan tinggi. Ke dua keuntungan tersebut tampaknya kontradiksi dengan pemahaman otonomi selama ini yang seolah-olah memberikan kebebasan yang seluas-luasnya.Dengan adanya otonomi memungkinkan pemerintah untuk menetapkan kebijakannya secara lebih tegas kepada perguruan tinggi, hal ini tampaknya kontradiksi namun apabila dilihat dari mekanisme pendanaan pemerintah yang didasarkan kepada keluaran maka perguruan tinggi dapat diarahkan supaya memperhatikan kepentingan nasional.

POSITIF DAN NEGATIF DARI PTN BH
NEGATIF :
Tidak adanya konsensus ataupun kesamaan persepsi mengenai otonomi tersebut akan menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak menentu. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan suatu pemahaman secara nasional yang utuh mengenai otonomi yang dapat menggalang peran seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders), di mana setiap kelompok harus bersedia sedikit berkorban.
POSITIF : bahwa otonomi diberikan kepada perguruan tinggi negeri agar dapat berperan sebagai kekuatan moral, dan hal ini merupakan salah satu aspek penting dalam reformasi pendidikan tinggi yang saat ini sedang dijalankan. Namun pengertian “kekuatan moral” tersebut masih abstrak dan perlu penterjemahan dalam bentuk rambu/panduan pelaksanaan untuk tiap perguruan tinggi. Tanpa adanya kejelasan tersebut, dikhawatirkan terjadinya penterjemahan otonomi secara bebas oleh setiap pihak yang berkepentingan yang disesuaikan dengan kepentingan pribadi masing-masing. Otonomi pengelolaan keuangan mungkin diterjemahkan oleh para dosen sebagai kenaikan gaji, yang kemudian dapat berakibat kepada kenaikan SPP mahasiswa. Otonomi bagi mahasiswa mungkin diterjemahkan sebagai kebebasan mahasiswa untuk bertindak bebas termasuk misalnya menolak kenaikan SPP. Kementrian Keuangan mungkin menterjemahkan otonomi sebagai lepasnya tanggung jawab untuk pendanaan perguruan tinggi yang dapat berakibat kepada hilangnya fungsi pemerintah untuk menyelamatkan tugas mulia yang harus diembannya.

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Pemimpin adalah seorang yang mengemban amanat untuk menjalankan suatu tugas dalam mencapai tujuan bersama kelompok atau organisasi. Jiwa kepemimpinan didapatkan dari dalam diri dan juga lingkungan. Pemimpin harus meiliki kemampuan dalam suatu bidang sehingga mampu memengaruhi orang lain. Salah satu tugas utama seorang pemimpin menurut James A.F. Stonen yaitu membuat keputusan yang sulit, hal ini mengartikan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab dalam memecahkan masalah. Keputusannya akan memberikan pengaruh besar bagi keberhasilan kelompok yang dipimpin. Tugas yang diemban memanglah tidak mudah karena harus dapat mengayomi dan menjadi teladan bagi bawahannya atau anggotanya.

Jika aku menjadi pemimpin, modal pertama yang harus aku miliki yaitu kemampuan memimpin diri sendiri. Kalau memimpin diri sendiri tidak bisa, bagaimana bisa memimpin orang lain? Menurut aku hal ini akan membantu kita dalam menjalankan amanat menjadi pemimpin. Ketika dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam kelompok, kita akan lebih mudah dalam mencari solusi untuk menentukan keputusan karena sudah terbiasa memimpin diri sendiri. Segala sesuatu yang dijalankan akan lebih ringan dengan kebiasaan-kebiasaan mengatur diri sendiri, seperti mengontrol diri, disiplin, percaya diri, memiiki prinsip hidup, dan jujur.

Jika aku menjadi pemimpin dalam suatu kelompok/organisasi, aku harus memiliki visi, misi, tujuan dalam mewujudkan kelangsungan organisasi sehingga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini akan membantuku dalam menentukan strategi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengembangkan kerja organsasi serta mencari solusi ketika permasalahan terjadi agar sesuai dengan tujuan. Contohnya jika aku menjadi pemimpin atau kepala pemerintahan, sebelum dipilih oleh rakyat, aku harus menyampaikan dan menjelaskan visi, misi, dan tujuan untuk meyakinkan bahwa aku mampu dan siap dalam mengemban amanat untuk menyejahterakan rakyat serta mencari solusi dari berbagai masalah di daerah yang aku pimpin. Tidak melulu seorang kepala pemerintahan selalu berada dalam ruangan dengan hanya berbicara dan menyuruh bawahan untuk kerja lapangan sendiri. Akan tetapi, aku akan terjun langsung dalam mencari solusi dan juga ini akan mendekatkan aku dengan rakyat yang telah memilih sehingga memberikan kesan yang mendalam. Apabila ada keluhan-keluhan yang secara pribadi datang dari rakyat, maka akan memudahkan dalam membantu dan memberikan arahan. Karena, menurutku menjadi pemimpin sejati itu tidak hanya berhasil dalam mengerjakan tugas-tugas saja tetapi juga harus mampu menjadi panutan dalam berperilaku, bertutur kata sopan, dan lain sebagainya sehingga memberikan hal positif bagi bawahan serta rakyat. Kejujuran harus selalu ditanamkan dalam diri seorang pemimpin. Apalagi sekarang ini kepercayaan masyarakat mulai berkurang akibat ulah para anggota pemerintahan yang mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadinya yang menyebabkan semua elemen pemerintahan juga dianggap sama. Ketika kejujuran diterapkan maka rakyat juga akan percaya dan dukungannya terhadap pemerintahan pasti akan lebih besar karena mereka akan yakin bahwa semua yang dilakukan pemerintah itu untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah tetapi menurut aku kesungguhan dan niat yang mulia untuk orang lain akan memberikan kemudahan kepadaku untuk mengemban amanat. Jadi  jika aku menjadi pemimpin, aku harus mampu untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam setiap hal agar segala kondisi yang dihadapi nanti akan mudah untuk diselesaikan. Pemimpin sejati itu tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan saja tetapi juga harus mampu memberikan hal positif bagi orang lain. Jujur, optimis, rendah hati, percaya diri, tidak sombong, mau menerima kritik dan saran menjadi sedikit sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin dan semoga aku mampu menerapkannya jika aku menjadi pemimpin.

Seorang pemimpin menurut saya adalah seseorang yang dipercaya memegang sebuah kekuasaan

karena mempunyai keahlian atau wawasan tertentu saja tetapi juga bersedia berbagi wawasan dengan anggotanya serta membimbing dan mendukung anggotanya bukan hanya sekedar untuk memerintahkan sesuatu. Seorang pemimpin biasanya memiliki sifat yang adil, bijaksana, disiplin, jujur, bertanggung jawab, komunikatif, memiliki komitmen yang tinggi dan sebagainya.

Jika aku menjadi pemimpin?  Saya akan lebih dahulu ingin merasakan menjadi anggota karena kita akan merasakan bagaimana rasanya dipimpin bagaimana rasanya menjadi seorang anggota merasakan bagaimana sifat kepemimpinan yang baik dan yang buruk menurut sisi pandang anggota karena saya tidak akan bisa langsung menjadi pemimpin yang hebat tanpa lebih dahulu merasakan menjadi seorang anggota. Saya akan meyakinkan diri saya bahwa saya bisa menjadi seorang pemimpin yang baik bagi kelompok atau organisasi saya dan anggota saya agar saya lebih peracaya diri dengan kepemimpinan saya bagaimana orang lain bisa yakin dengan kepemimpinan saya kalau saya sendiri tidak yakin. Saya akan belajar mengatur emosi saya agar saya dan anggota saya merasakan energi positif, menghilangkan rasa egois saya mungkin menjadi suatu hal yang berat bagi saya tetapi sangat berguna demi kelancaran kepemimpinan saya dan kebahagiaan anggota saya. Saya akan berlatih dengan hal hal tertentu yang membuat saya tidak nyaman atau keluar dari zona nyaman saya agar membuat saya lebih hebat dan tanguh dalam segala kondisi. Saya akan selalu melatih atau bahkan mengembangkan ketrampilan atau wawasan saya agar menemukan apa manfaat atau tujuan dari kepimimpinan saya. Saya akan belajar untuk memahami apa yang terjadi disekitar saya karena seorang pemimpin yang hebat tidak hanya bisa sebagai pembicara tapi juga sebagai pendengar. Jika saya melakukan sebuah kesalahan maka saya akan belajar jujur mengakui kesalahan yang telah saya perbuat bukan untuk memperlihatkan apa kelemahan saya tetapi untuk menjadi pemimpin yang terbuka. Saya akan memberikan kebebasan dan fleksibilitas yang memberikan ruang untuk anggota melakukan tugasnya dengan cara apapun yang terbaik bagi mereka selama angggota tersebut tahu bagaimana menyelesaikan tugas atau pekerjaannya dengan tepat, sebagian orang memberikan kepercayaan untuk mendapatkan kepercayaan jika saya percaya terhadap anggota saya maka sebaliknya mereka juga akan cenderung lebih mempercaya saya. Saya akan selalu bermusyawarah saya tidak akan membuat keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan pendapat atau gagasan anggota lain bukan hanya strategi yang buruk tapi juga merupakan tanda kepemimpinan yang buruk jika ada sebuah keputusan besar yang harus dibuat tetapi tidak dimusyawarahkan, demi kepentingan bersama saya sebagai pemimpin wajib untuk mendengarkan gagasan anggota lain dan melepaskan gagasan saya dari mereka jika memang untuk mendapatkan keputusan terbaik tetapi ini bukan berarti mengubah kepemimpinan saya menjadi demokrasi dalam setiap keputusan ada perbedaan antara bersikap transparan, terbuka terhadap gagasan atau ide baru dan walaupun saya menampung pendapat baru bukan berarti saya langsung setuju tetapi tetap akan saya pilih mana yang terbaik untuk kebutuhan bersama. Saya akan bertanggung jawab atas segala hal atau tindakan yang berkaitan dengan kelompok dan anggota saya, misalnya jika saya bertanggung jawab atas suatu kecelakaan yang terjadi pada kelompok saya maka saya akan mendapatkan rasa hormat dari anggota kelompok saya dan menjadi lebih baik lagi. Saya akan perhatian seperti membantu menjembatani kesenjangan antara apa yang dibutuhkan kelompok atau organisasi, mengerti apa yang anggota inginkan dan apa yang bisa saya berikan. Intinya jika saya menjadi seorang pemimpin saya akan berusaha menjadi seperti apa yang telah saya tuliskan diatas saya harus lebih baik lagi dari waktu ke waktu dan selalu melakukan latihan untuk selalu memperbaiki diri lagi dan tidak lupa selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena tanpa-Nya saya tidak akan bisa menjadi apapun.

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN


KARYA : BAGASKARA DWI WAHYU JATI

 

Pemimpin, sebuah kata yang tidak asing di telinga masyarakat awam. Seseorang yang berada di garis depan untuk mengatur kelompoknya agar mencapai tujuan yang diinginkan. Di zaman aristokrasi, hanya individu-individu terbaiklah yang dapat menjadi pemimpin (pengertian individu terbaik zaman itu adalah para bangsawan beserta keturunannya). Tetapi masih relevankah paham tersebut di zaman sekarang ? Mayoritas orang pasti menjawab tidak, karena paham aristokrasi dirasa tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Lantas jika bukan individu terbaik, kriteria seperti apakah yang pantas untuk menjadi pemimpin ? Pada zaman modern seperti sekarang ini, spesialisasi terhadap pekerjaan begitu diperhitungkan. Istilah “individu terbaik” bisa sangat subyektif, sebab orang yang ahli di suatu bidang belum tentu ahli di bidang lainnya. Maka dari itu, bidang apa sajakah yang harus dimiliki oleh pemimpin ? Bidang dasar yang harus dimiliki oleh calon pemimpin adalah pengorganisasian, orang yang menjadi pemimpin seharusnya mempunyai keahlian mengorganisir dan mengatur anggotanya dengan baik. Pemimpin diharapkan mempunyai kecerdasan interpersonal, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan, umumnya orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal dapat memimpin suatu kelompok.

Arti pemimpin dan bos. Sebenarnya kedua kata ini mempunyai definisi yang hampir sama, yaitu orang yang berada di puncak struktur organisasi. Meskipun begitu, kata bos mempunyai konotasi yang cenderung negatif. Bos sering dikaitkan dengan sikap otoriter, penindas, dan hanya mementingkan hasil semata. Pemimpin yang baik sebaiknya menghindari sifat-sifat tersebut. Sifat bossy akan menekan anggota kelompok yang mengakibatkan hilangnya rasa hormat dan simpatik. Untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemimpin dengan anggota kelompok. Membangun kepercayaan anggota kelompok merupakan cara jitu untuk mendapatkan rasa hormat yang bakal berpengaruh terhadap terwujudnya tujuan yang dibuat.

Jika aku menjadi pemimpin seperti apakah hidupku kelak ? Menjadi pemimpin bukanlah seperti bos yang dapat memerintah orang lain dengan sesuka hati. Seorang pemimpin adalah orang yang peduli dengan nasib para anggotanya. Pemimpin adalah lentera dalam kegelapan, harapan dalam keputusasaan. Dengan datangnya kekuatan besar maka munculah tanggung jawab yang besar pula. Pemimpin harus siap mengorbankan semuanya termasuk kebahagiaannya sekalipun. Pemimpin bukanlah penyair yang pandai berbicara manis, hendaknya segala bentuk perkataan seperti pernyataan dan janji – janji haruslah ditepati dan dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya

Jika aku menjadi pemimpin apa sajakah yang harus dipersiapkan ? Pemimpin bukanlah orang yang bermental lemah, sebab jika terjadi masalah dalam diri sebuah kelompok, orang yang dikritik pertama kali adalah pemimpinnya. Pemimpin yang bagus pastinya memiliki moral yang bagus pula. Moralitas yang baik akan mengangkat derajat kelompoknya. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin merupakan cerminan dari sebuah kelompok yang diaturnya. Mental dan moral seorang pemimpin dapat digambarkan juga lewat bagaimana cara pemimpin dalam menyikapi kritik atau saran yang diberikan kepadanya. Jika aku menjadi pemimpin, aku harus mempunyai keyakinan yang kuat terhadap kelompok yang aku pimpin. Memberi anggota kelompok kebebasan untuk berpendapat ialah salah satu cara untuk menjaga kepercayaan antara pemimpin dengan anggota kelompok yang lain.

Jika aku menjadi pemimpin, hal – hal apa sajakah yang harus aku hindari ? Ada masalah – masalah umum yang membuat pemimpin kehilangan kehormatannya, seperti : pemaksaan kehendak, sikap anti kritik, perilaku sewenang – wenang, ketidaksesuan antara ucapan dan perilaku, dan seterusnya. Tetapi ada satu masalah serius yang benar – benar seorang pemimpin harus hindari, yaitu hilangnya rasa kepercayaan terhadap pemimpin. Jika pemimpin kehilangan rasa percaya dari para anggotanya, otomatis cepat atau lambat sebuah kelompok akan hancur dengan sendirinya.

Sebagai penutup dalam essay yang telah saya buat, saya akan mengutarakan pendapat saya terhadap isi essay saya. Saya hanya menulis hal – hal umum yang harus ada dalam sebuah kepemimpinan. Saya tidak menulis hal spesifik seperti : “jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas korupsi. Jika saya menjadi pemimpin, rakyat akan sejahtera. Jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas atas segala masalah utang – piutang.” Atau hal – hal spesifik lainnya. Saya hanya mencoba untuk realistis –tidak bermaksud untuk bersifat pesimis– dalam menyikapi isu – isu yang beredar. Menurut pendapat saya, slogan – slogan patriotisme hanyalah ucapan belaka tanpa diimbangi dengan perilaku dan kerja nyata. Para pemimpin sekarang kebanyakan menomorduakan kepentingan bersama dan lebih mengutamakan ego dan hasrat pribadinya. Indonesia adalah milik bersama dan untuk memajukannya, hendaknya semua elemen – elemen dalam masyarakat memiliki kesadaran dan saling bahu – membahu untuk menjaga kebhinekaan serta membuat Indonesia menjadi lebih bermartabat di mata dunia internasional.

Satukan aksi menginspirasi. 

Bagaskara Dwi Wahyu Jati Jul 30 · Rate: 5 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh #pkkmbfisip2017

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Menjadi pemimpin tentu menjadi mimpi dan harapan banyak orang di belahan dunia ini. Ada yang beranggapan menjadi pemimpin adalah suatu kebanggan tersendiri karena berhasil mendapat posisi tertinggi. Ada juga yang beranggapan bahwa seorang pemimpin merupakan beban berat yang harus dipikul seorang diri. Ya, memang tak ada yang salah dari anggapan-anggapan tersebut. Namun bagi saya sendiri, sosok yang dianggap prestise oleh kebanyakan orang tersebut merupakan orang yang paling memegang teguh tanggung jawab dan pendiriannya dibandingkan dengan orang yang lain. Karena semakin banyak harapan dari orang-orang kepadanya, maka genggaman tanggung jawab yang ia pegang haruslah semakin erat. Itulah yang saya pahami selama ini.


Sering terbesit pemikiran bagaimana rasanya menjadi seorang pemimpin. Apakah sulit? Apakah berat? Ataukah justru menyenangkan? Jika tak mengalaminya sendiri akan sedikit bingung memang untuk membayangkannya. Namun ternyata hal tersebut akan menjadi sangat jelas terjawab, apabila kita berani mengambil resiko untuk menjadi seorang pemikul kepercayaan banyak orang tersebut. Tak harus monoton bermimpi menjadi bos-bos besar di organisasi yang maju. Dimulai dari berani melangkahkan kaki untuk menggerakkan suatu kelompok kecil untuk menggapai hal tertentu misalnya. Hal tersebut sebenarnya sudah menjadi tonggak awal lahirnya seorang pemimpin.


Dari situlah saya mulai beranggapan bahwa seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang harus di hindari. Banyak yang berfikir untuk menolak posisi tersebut karena alasan “tidak bisa”. Coba renungkan sekali lagi. Bagaimana generasi yang akan menjadi penerus dari pemimpin-pemimpin terdahulunya tersebut lahir kalau tiap-tiap dari mereka beralasan “tidak bisa”. Sungguh sebuah kesalahan besar ketika banyak yang mengatakan itu untuk lari dari tanggung jawab yang sebenarnya mampu untuk diembannya. Alasan sesungguhnya yang dapat saya pribadi simpulkan sesungguhnya bukan “tidak bisa”, melainkan “tidak mau”. Tak mungkin para pemimpin-pemimpin kecil hingga besar di penjuru negeri ini langsung terlahir menjadi sosok yang bisa memimpin suatu kelompok tanpa adanya kemauan terlebih dahulu. Tapi dengan adanya kemauan mereka yang terpatri kuat untuk terus belajar dan memahami berbagai macam perbedaan di tiap-tiap orang, maka semakin terbentuklah jiwa dan kemampuan untuk benar-benar menjadi seorang pemimpin.


Lalu, pertanyaan yang pernah saya lontarkan ke orang lain tersebut kembali ke diri saya sendiri hari ini. “Bagaimana jika aku jadi seorang pemimpin?”. Jujur saja, jika saya jadi seorang pemimpin jawaban pertama yang akan saya berikan adalah konsekuen dengan pilihan apa yang saya pilih. Berani menjadi berarti harus berani bertanggung jawab. Impian saya tak muluk-muluk sebenarnya. Belum terbayang apa jadinya apabila saya memilih presiden untuk menjadi acuan pemimpin yang saya impikan. Hanya ada sebuah mimpi kecil yang tertanam dibenak saya. Selama saya bisa mengayomi kelompok kecil saya, mendengarkan tiap keluh kesah anggota saya, selalu memberikan solusi disetiap masalahnya, dan membawa orang-orang yang mempercayai saya tersebut ke sebuah keberhasilan yang gemilang itu semua sudah lebih dari cukup. Namun yang perlu digaris bawahi kembali adalah semua impian saya tersebut bukanlah impian indah semata. Tapi, itulah tantangan sebenarnya yang harus saya wujudkan sebagai seorang pemimpin. Di samping itu, beragam pertanyaan batin yang selalu menghantui saya juga tidak dapat dipungkiri. Seperti mampukah saya menyatukan beragam perbedaan yang ada? Mampukah saya menjaga solidaritas dalam suatu kelompok? Lalu yang terpenting, mampukah saya memberikan yang terbaik untuk mereka? Jawabannya, saya harus mampu!


Kalau saya ingin maju sendiri tentu tak akan berhasil. Harus ada perubahan yang saya lakukan. Yaitu, jangan pernah menganggap diri saya yang tertinggi meskipun notabenenya saya menjabat sebagai pemimpin. Sebuah persamaan strata memang harus dilakukan untuk saling mendapat kepercayaan. Karena semakin kita berusaha untuk berendah hati, keseganan dari orang lain akan datang tanpa diminta. Itulah yang akan saya tanam sejak dini. Dimulai dari mengembangkan kelompok yang kecil, lama-lama akan berkembang apabila dilakukan dengan sikap yang konsekuen. Biarlah waktu yang akan menempa jati diri agar terbentuk karakter kuat yang diharapkan. Biarlah badai yang menempa keteguhan kita agar teruji sebagai sosok yang tangguh. Dan biarlah coretan kecil ini yang menyampaikan sejuta asaku untuk negeriku, Indonesia.

Pages: 1 2 »