surat untuk indonesia from kharis setiawan's blog

Surat Untuk Indonesia

Tidak bisa dipungkuri lagi jika Indonesia adalah negara dengan keragaman yang sangat luar biasa. Indonesia memiliki sebanyak 6127 pulau (publikasi LIPI), 1340 Suku yang sudah tercatat pada tahun 2016, sekitar 742 bahasa dan ribuan budaya seperti tarian, lagu daerah, baju daerah dan banyak hal lain yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Disinilah kehebatan Indonesia terlihat, dengan begitu banyak perbedaan kita dapat bersatu membentuk suatu bangsa, suatu negara, memenuhi bhineka tunggal ika. 
Akhir-akhir ini Indonesia dilanda krisis yang sangat mengkhawatirkan, yaitu ketidak percayaan antar warga negara. Tawuran antar desa menjadi suatu hal yang biasa akibat seringnya menjadi pembuka berita. Korupsi yang dilakukan petinggi negara juga mengikis kepercayaan rakyat kepada mereka, entah itu korupsi yang berupa perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, merugikan keuangan negara atau perekonomian Indonesia; suap; penggelapan dalam jabatan; menerima gratifikasi; dan lain sebagainya.
Keputusan yang kurang tepat oleh para petinggi negara juga dirasa membuat rakyat kecewa. Seperti kasus salah satu entertainer Indonesia yang dijadikan Duta Pancasila karena membuat Pncasila sebagai candaan. Salah satu petinggi yang meminta KPK dan KOMNAS HAM dibubarkan juga ikut membuat masyarakat mulai berpikir jika para petinggi itu otaknya pada koplak. Jika hal-hal seperti ini terus terjadi, bukan hal yang mustahil jika berakhir dengan keruntuhan Indonesia itu sendiri. Kasus pelecehan Agama juga menjadi hal yang sering terjadi belakangan ini, khususnya penjelekan terhadap agama islam. Yang berujung demo dan saling tuduh antara pihak satu dan pihak yang lain bahkan satu agama.
Terkikisnya nasionalisme pada diri pemuda ikut membantu Indonesia menuju kehancuran. Melalui media elektronik seperti televisi, HP, Laptop memang memudahkan setiap masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun jaman sekarang, informasi yang diterima tidak disaring menggunakan pancasila. Bahkan informasi tersebut menggantikan Pancasila itu sendiri. Budaya Korea, Jepang dan barat sudah menjadi hal yang biasa diterapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia. Pemuda yang mencintai budaya Indonesia tinggal segelintir orang. Bahkan memakai batik untuk masuk fakultas saja akan dilontari pertanyaan seperti “ada apa pakai batik?.”miris.
Saya harus memperbaiki Indonesia. Pemikiran seperti ini harus dikembangkan, pemikiran seperti “aku tidak pantas” atau “kita serahkan pada generasi selanjutnya” harus dihapuskan. Setiap orang harus menyadari betapa pentingnya persatuan Indonesia. Sebelum kita kembali ke masa penjajahan, kita harus mulai berubah. Rubahlah diri sendiri menuju arah yang lebih baik, itu sama saja merubah Indonesia menuju arah yang lebih baik juga.
Sebagai mahasiswa UNS, saya akan berusaha mengubah pemikiran konyol masyarakat melalui segala aktivitas yang memungkinkan. Entah itu membuat penyuluhan, presentasi atau pembicaraan pribadi. Jika presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno membutuhkan 10 pemuda untuk mengubah dunia, maka saya memerlukan seluruh pemuda Indonesia untuk memperbaiki negara ini. Tulisan ini menjadi langkah pertama saya untuk mengajak para pemuda yang membaca untuk sadar jika kita Indonesia sedang berjalan keujung tanduk. Pemuda memiliki kemampuan berpikir dan fisik yang luar biasa, kemampuan kita diperlukan untuk membangun Indonesia, kita diperlukan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Mari kita bersama berubah, jangan serahkan segala urusan negara pada para golongan tua. Kita lebih mampu berpikir kritis, bergerak cepat, berkemampuan, walau kita kalah dalam hal pengalaman, saya yakin kita mampu mengeejarnya dalam waktu yang tidak lama.

Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By kharis setiawan
Added Aug 15

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives