Adolf Hitler di Pasar Jebres from PANJI DAMAR PRASETYO's blog


Kami dari kelompok Adolf Hitler beranggotakan 16 orang sebagai berikut,


1.      Arista Harumsari

2.      Bima Khusuma Dinata

3.      Dhiki Satriawan

4.      Faiza Nur Arofah

5.      Irfan Adi Nugroho

6.      Kharis Setiawan

7.      Lailatul Mubarokah

8.      Lukas Luhur Pambudi

9.      Naila Nur Rachma

10.  Norman Setyobudi

11.  Panji Damar Prasetyo

12.  Rima Yuli Saputri

13.  Rosseta Septia Menawati

14.  Tieko Januar Cahyadi

15.  Umi Safitri

16.  Yulita Tri Anggrahini


Yang didampingi oleh pendamping kami, Candra Hari Wibowo. Telah mengunjungi pasar tradisional guna tugas blog ketiga kami yaitu foto kelompok. Pasar tradisional yang kami kunjungi bernama Pasar Jebres.

            Pasar Jebres berada di Jalan Prof.W.Z.Yohanes tepat bersebelahan dengan Stasiun Jebres yang berdiri diatas lahan seluas ±3993 m2 dan telah ada sejak tahun 1985. Bangunan pasar tersebut belum pernah direnovasi hanya melainkan perbaikan kondisional saja. Pedagang yang melakukan transaksi di pasar tersebut sebagian memiliki kartu pedagang namun sebagian yang lain belum memiliki. Bangunan pasar yang kurang tertata, sudah tua, kumuh atau kurang bersih karena sampah yang berserakan di jalan jalan sedikit mengurangi kenyamanan para pengunjung pasar atau pembeli. Pedagang oprokan yang membuka lahan dagang di depan kios menambah kesan keramaian dan kurangnya penataan serta penertiban yang baik.

            Setelah revitalisasi Pasar Klewer, Pasar Jebres merupakan salah satu dari tiga pasar yang akan direvitalisasi pada tahun ini. Namun dikarenakan beberapa masalah yang mengakibatkan penundaan revitalisasi Pasar Jebres dapat di realisasikan. Masalah-masalah tersebut antara lain,

1.      Masalah Sosial,

Dimana ada beberapa pedagang yang menjadikan kios dan los sebagai sebuah rumah. Oleh karena itu, pemerintah akan mengadakan pendekatan untuk pengembalian fungsi kios dan los sebagai tempat berdagang bukans ebagai tempat tinggal.

2.      Masalah Anggaran,

Untuk revitalisasi Pasar Jebres yang direncanakan dari 1 lantai menjadi 2 lantai dan didirikan diatas lahan seluas 3000 m2 diperlukan dana ± Rp 15.5 miliar sedangkan APBD baru bisa mengalokasikan dana sebesar Rp 4.5 miliar yang hanya bisa dipakai untuk kerangka rekonstruksi saja. Kekurangan dana yang begitu besar sekitar Rp 10 miliar itu yang juga menjadi sebab penundaan revitalisasi.

3.      Masalah Lahan Tanah,

Lahan yang bukan merupakan lahan pemerintah melainkan tanah tersebut beratasnamakan PT.KAI juga menjadi fokus baru bagi pemerintah untuk diselesaikan segera.

Dikarenakan hal-hal tersebut, rencana awal dimana Pasar Jebres akan direvitalisasi pada tahun 2017 dibatalkan dan akan di realisasikan pada tahun selanjutnya yaitu 2018. Sehingga pada tahun 2017 ini akan dimatangkan desainnya, dan dana APBD sebesar Rp 4.5 miliar akan dialihkan untuk keperluan yang lain.

            Meskipun begitu, Pasar Jebres dengan segala keterbasannya tidak dapat berbuat apa-apa serta sebagian pedagang masih tetap berjualan guna mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan mereka. Meski tampak lebih sepi dari biasanya karena tidak semua pedagang berjualan, namun tetap ada aktivitas jual beli di Pasar Jebres tersebut.

            Alasan kelompok kami memilih Pasar Jebres untuk tugas foto kelompok kami dikarenakan selain pasar tersebut yang terdekat atau satu kawasan dengan Kampus Universitas Sebelas Maret juga karena transportasi yang mudah dan terjangkau.

 

Di sadur dari,

http://pwk.ft.uns.ac.id/pasarsolo/pasar-jebres/

http://solo.tribunnews.com/2017/08/11/pasar-jebres-solo-batal-direvitalisasi-karena-alasan-ini

http://www.joglosemar.co/2017/05/pembangunan-pasar-jebres-ditunda-ternyata-ini-penyebabnya.html


Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By PANJI DAMAR PRASETYO
Added Aug 12

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives