Content 2 - How to Survive in Solo from Dicky Eko Sanu Riyatno's blog

Oleh : Dicky Eko SR dan Clara Venerabilis Putri



Seorang lelaki berkaos biru itu adalah penjual “Pisang Karamel” di sekitar kampus UNS Surakarta. Beliau adalah Pak Aldi. Lahir di Boyolali, namun memutuskan untuk tinggal dan mencari nafkah di Kota Surakarta. Usianya 26 tahun. Pak Aldi sudah hampir 3 tahun tinggal di Kota Surakarta. Selama itu pula ia telah berjualan pisang karamel. Menurutnya, hidup di Kota Surakarta sangatlah nyaman. Sesuai dengan semboyannya “Spirit of Java” di sini masih kental budaya jawa. Orang jawa yang guyub rukun, ramah, andhap asor banyak dijumpai.  Biaya kehidupan di Kota Surakarta yang dikeluarkan Pak Aldi per hari berkisar Rp50.000,-  s.d Rp60.000,- . Dikarenakan ia mempunyai seorang anak yang masih kecil, keperluan yang biasa ia beli adalah susu untuk anaknya. Hidup di kota itu memang tak seperti di desa. Lingkungan masyarakat yang berbeda membuat kita harus beradaptasi. Pak Aldi meyakini hal itu. Untuk mahasiswa yang merantau atau yang dari luar kota harus mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Kota Surakarta. Pak Aldi berharap pada mahasiswa baru untuk belajar bersosialisasi, mengenal hidup dalam bermasyarakat agar saat kita lulus kita sudah siap untuk terjun ke dalam masyarakat sesuai bidangnya.




Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Dicky Eko Sanu Riyatno
Added Aug 10

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives