CONTENT 2 - HOW TO SURVIVE TO SOLO from ANANDA PINKAN SUSANTO's blog

How to Survive in Solo

( ANANDA PINKAN S - PERPUSTAKAAN )


Narasumber yang kami pilih pada kesempatan kali ini bernama Elvariza Opita br. Sitopu, seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang berusia 21 tahun. Pada awalnya beliau tidak menyangka bahwa Kota Solo  ternyata memiliki biaya hidup yang lebih murah dibanding kota asalnya, Tulungagung. Contohnya untuk makan, beliau hanya mengeluarkan Rp15.000-Rp20.000/hari, kecuali jika ada rencana lain untuk “jajan”, uang yang beliau keluarkan bisa mencapai dua kali lipatnya. Menurut pendapat beliau, Kota Solo dipenuhi dengan orang-orang yang ramah, juga sering diadakan festival, sehingga mahasiswa/i baru dari luar kota tidak akan kehabisan hiburan. Bagi mahasiswa/i yang ingin bertahan hidup di Solo, beliau menyarankan untuk mengenal letak lingkungan Kota Solo dengan baik, juga memahami alur lalu lintas, karena terdapatnya sistem satu arah di beberapa tempat. Untuk hal kemahasiswaan, beliau menyarankan untuk mengikuti himpunan mahasiswa seperti BEM, dll. Beliau berharap agar mahasiswa/i lebih menyadari perannya dalam kehidupan sosial, khususnya di sekitar kos dan kampus agar terciptanya interaksi sosial yang baik.

                                                                                                      Kamis, 3 Agustus 2017



Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By ANANDA PINKAN SUSANTO
Added Aug 9

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives