Content 2.3 How to Survive in Solo from LISMA DANY SYAFRIUDDIN's blog

How to Survive in Solo

(Lisma Dany Syafriuddin - Public Relation)

 


 

Beliau adalah ibu Dwi Octaviana, beliau sama seperti kita. Beliau berasal dari Samarinda dan saat ini merantau di Solo sejak 6 tahun yang lalu. Beliau sehari-hari adalah seorang penjual Jus Buah yang terletak di depan gerbang belakang kampus UNS. Menurut ibu Dwi hidup di kota Solo ini standar. Menurut penuturan beliau biaya hidup di kota Solo ini bisa dibilang masih murah dibanding kota-kota lain diluar sana. Dengan pengeluaran kurang lebih 100.000 rupiah per hari beliau sudah bisa menghidupi biaya hidup beliau beserta anak-anaknya. Masyarakat yang ramah, baik dan memiliki sifat keterbukaan untuk para perantau inilah yang membuat ibu Dwi ini sangat betah hidup di kota Solo. Beliau menyarankan untuk kita para perantau khususnya, “hidup itu yang sederhana saja, karena sederhana itu indah. Tidak perlu bermewah-mewahan” kata beliau. Beliau juga sangat mengharapkan sekali para mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan di masyarakat sekitar tempat tinggal sementara atau kost mereka. Dan mereka tanggap dengan keadaan sekitar, dan melakukan hal-hal yang positif.

 

                                                                                    Jumat, 4 Agustus 2017

 


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By LISMA DANY SYAFRIUDDIN
Added Aug 9

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives