Surat Untuk Indonesia from Agraprana Daffa Al'Muhtadie Billah's blog

Surat Untuk Indonesia

Berbicara Indonesia satu tahun kebelakang saat tentu banyak yang sudah terjadi. Mulai dari proses kerja Jokowi dan Jusuf Kalla yang beberapa orang bilang semakin membaik dan beberapa orang bilang bahwa semakin menghancurkan negeri ini. Terlepas dari sisi pemerintahan dan sisi demokrasi yaitu sisi kesejahteraan masyarakatnya itu sendiri. Setahun yang lalu masyarakat Indonesia mulai dikenalkan dan mulai dimasuki oleh teknologi-teknologi yang semakin hari semakin canggih. Untuk masyarakat kalangan atas dan masyarakat yang berada di daerah pusat peradaban tentu akan sangat mudah untuk cepat belajar dan cepat mengerti dalam menggunakan teknologi tersebut. Sedangkan masyarakat yang berada di daerah pinggiran yang sedikit jauh dari peradaban saja sudah lambat dalam mengenal dan belajar untuk mengenal teknologi. Apalagi yang jauh dari peradaban dan berada dalam pelosok-pelosok di negeri ini. Memang sudah banyak cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut, mulai dari mengirim tenaga sukarela, alat bantu seperti komputer sampai gadget-gadget untuk mendukung kehidupan mereka yang jauh dari peradaban modern. Mulai dari pemerintah hingga sebatas orang-orang yang peduli ke mereka semua memberi bantuan dengan cara mereka masing-masing. Pertanyaanyya kenapa mereka melakukan itu semua. Mungkin dari sekian banyak alasan, alasan yang paling utama adalah untuk mensejahterakan masyarakat kita sendiri. Dan usaha mereka semua membuahkan hasil, masyarakat yang dulunya gaptek akan teknologi sekarang sangat jauh berkembang dalam hal teknologi. Bahkan petani-petani yang dikira jauh dari teknologi justru sekarang berkembang jauh karena teknologi, dari media sosial tertutama. Media sosial yang dapat menghubungkan orang dimanapun bahkan orang yang ada di ujung dunia sekalipun seperti kutub utara dan kutub selatan. Tapi sayangnya dari banyaknya pengaruh dan besarnya pengaruh yang diberikan teknologi terutama media sosial terdapat dampak negatif yang besar pula. Media sosial yang merambah ke semua orang dipelosok negeri ini juga banyak dipenuhi oleh kejahatan-kejahatan seperti penipuan bahkann pembunuhan atau pembajakan yang disebut cyber crime. Tetapi hal yang lebih miris lagi sebenarnya adalah masyarakat yang sangat mudah terpengaruh akan berita-berita hoax. Media sosial yang memberi kebebasan bagi penggunanya sangat mudah diakses tanpa melalui perizinan yang selektif terlebih dahulu, hal ini yang membuat banyak media-media online yang sumbernya tidak jelas dan tidak terpercaya masuk kedalam internet dan dibaca oleh banyak orang dan disebar oleh banyak orang. Miris memang melihat nasib bangsa Indonesia hancur ditangan bangsanya sendiri dan hancur karena kemudahan dalam berkomunikasi itu sendiri. Entah apa tujuannya hingga sampai menghalalkan segala cara seperti itu, dari hanya ingin menguntungkan diri sendiri sampai ingin mengadu domba bangsanya sendiri demi kepentingan pribadi bahkan kepentingan kelompoknya. Seperti kepentingan untuk partainya atau hanya sekedar untuk menambah popularitas semata. Harapan saya sendiri untuk masalah yang ada diatas adalah saya ingin masyarakat Indonesia tidak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi tapi juga cerdas dalam memfilter sesuatau yang didapatnya. Karena menurut saya yang terpenting adalah bukan cara menggunakannya secara baik tapi bagaimana cara menggunakannya secara bijak. Masyarakat sejahtera bukan berarti secara ekonomi saja tetapi juga sejahtera secara pikiran. Saya sendiri yang statusnya masih pelajar atau lebih tepatnya mahasiswa ingin mendedikasikan diri saya untuk masyarakat Indonesia. Saya ingin banyak menyumbang hal yang saya miliki untuk Indonesia, bukan hanya ide saja tetapi juga kerja nyata yang benar-benar mencerminkan cita-cita saya. Terutama sebagai anak FISIP yang pastinya akan banyak berkutat di dunia sosial dan politik yang merupakan masalah terbesar di Indonesia. Dan saat saya sudah tidak di dunia belajar lagi saya tidak ingin bekerja karena saya cinta pekerjaan itu tetapi saya bekerja karena memang Indonesia sedang butuh hal itu.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives