Surat untuk Indonesia from Mazaya Ardelle Herwibowo's blog

Negara Kesatuan Republik Indonesia kita yang sangat kita cintai ini telah tergoreskan berjuta kisah dengan berjuta macam rasa. Baik dan buruk, telah dilewati oleh Negara kita tercinta ini. Dan satu tahun belakangan ini, masalah yang begitu menarik perhatian saya adalah kasus yang berhubungan dengan toleransi yang ada di Negara kita tercinta ini. Hal ini begitu disayangkan. Di era modern yang sedang marak-marak nya penggunan media sosial seperti line, facebook, instagram, dan lain lain, segalanya mulai sangat amat mudah menyebar. Termasuk pendapat-pendapat netizen yang beraneka ragam.


Di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, berjajar sangat banyak pulau dan tentunya beragam suku budaya yang berbeda-beda. Meskipun begitu, Indonesia tetap memiliki motto Bhinneka Tunggal Ika atau Berbeda-beda tetapi tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu hal yang harus kita, sebagai rakyat Indonesia pegang teguh dan cintai. Di Negara Kesatuan Republik Indonesia terdapat begitu banyak ragam budaya, ras, agama, dan lain lain. Walaupun kita berasal dari suku, budaya, atau pun agama yang berbeda, kita tetap satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.


Suatu hal yang begitu disayangkan mengingat kasus-kasus ang berhubungan dengan krisis nya toleransi di Negara kita yang tercinta ini sebagian besar terpicu oleh hal hal yang begitu mudah dilakukan, terlihat spele, namun berdampak amat besar. Yaitu sekian banyak pendapat pada kolom komentar suatu post yang dishare oleh netizen, yang mendiskusikan masalah-masalah politik, dan lain lain. Pendapat netizen pada kolom komentar suatu post bisa sangat beragam.


Ada yang berpendapat sesuka hati tanpa memikirkan orang lain, ada yang merasa benar, ada yang mengolok kubu sebrang nya, ada yang berusaha menghangatkan suasana, bahkan ada yang menyulut api supaya berkobar lebih besar lagi. Sebenarnya hal hal seperti ini tidak seharusnya terjadi karena kita adalah bangsa yang bermoral, bangsa yang toleransi, bangsa yang cerdas, dan bangsa yang rakyat nya memiliki hati nurani. Namun dewasa ini banyak pengguna media sosial yang gemar memprovokasi forum diskusi yang sedang berlangsung.


Masalah agama, ras, suku, dan budaya memang merupakan salah satu hal yang sensitive. Namun, Indonesia adalah Negara hebat. Penduduk nya pun cerdas, berpendidikan, dan ber hati besar. Sudah sepatutnya dan seharusnya kita, sebagai rakyat Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah diperjuangkan oleh pahlawan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada masa penjajahan dulu. Dan sekarang adalah tugas kita untuk menjaga keharmonisan, toleransi, persatuan, dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Dan suratku untuk Indonesia,


Tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 nanti, Negara Kesatuan Republik Indonesia akan genap berumur 72 tahun. Sudah 72 tahun lama nya Negara kita ini dibebaskan dari penjajah yang dahulu beratus-ratus tahun menduduki bangsa kita tercinta ini. Tak sebentar juga perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan kita terdahulu. Dan setelah perjuangan panjang dari pahlawan Negara Indonesia, kini saatnya kita, generasi penerus bangsa, mempertahankan apa yang telah dicapai oleh pahlawan terdahulu kita. Indonesia ini adalah Negara yang sangat amat kaya akan sumber daya alam nya, dan sumber daya manusia nya. Harapan saya untuk Negara saya tercinta ini, di tahun yang ke 72, akan semakin erat persatuannya, cepat terselesaikannya masalah masalah yang ada saat ini, makin maju ekonomi nya, semakin berprestasi  di kancah internasional.


Dan saya, sebagai mahasiswa FISIP UNS 2017 program studi Ilmu Komunikasi, bercita-cita untuk berkontribusi pada lahan media massa Indonesia agar Negara kita ini semakin cerdas dengan mudahnya mendapatkan informasi serta ilmu yang bermanfaat.


Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Mazaya Ardelle Herwibowo
Added Aug 8

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives