Surat untuk Indonesia from Indah Arum Sari's blog

Surat untuk Indonesia.

 

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”- Ir. Soekarno

 

Delapan belas tahun lebih empat bulan sudah aku hidup di negeri ini. Aku bangga jadi anak Indonesia. Aku tumbuh dan berkembang dengan nilai nilai abstrak yang konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hari – hari ku dimulai dengan salam hangat kepada bapak ibu guru dan doa kepada Sang Pencipta. Begitu juga di akhir hari. Katakan padaku, di negeri mana kau akan menemukan norma seindah ini? Di negeri mana kau akan berjumpa orang-orang yang murah senyum ? Carilah hingga ke ujung dunia, maka jawabannya hanya satu, Indonesia.

Dari Sabang hingga Merauke. Indonesia terbentang oleh ribuan pulau dan luasnya lautan. Faktor geografis inilah yang membuat Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk. Masyarakat yang memiliki ciri, budaya, hasil karya, dan agama masing-masing. Hal ini menyebabkan paham pluralisme berkembang dengan hebatnya.  Inilah yang aku temukan dan pelajari selama ini, pluralisme/ toleransi. Bahkan bangsa lain pun menganggap bangsa Indonesia menjadi acuan mereka dalam perbedaan.

Indonesia adalah negara yang sangat bhinneka. Kebhinnekaan Indonesia itu terdapat dalam hampir seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam hal agama. Republik Indonesia mengakui 6 agama sebagai agama resmi yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu (Confucianism), dan juga aliran-aliran kepercayaan lainnya.Untuk menyatukan masyrakat yang berbeda latar belakangnya maka dibutuhkan toleransi. Dalam pendekatan budaya, sosial dan politik, istilah toleransi merupakan simbol kompromi beberapa kekuatan yang saling tarik-menarik atau saling berkonfrontasi untuk kemudian bahu-membahu membela kepentingan bersama, menjaganya dan memperjuangkannya.

Namun melihat fenomena satu tahun belakang ini, sepertinya Bangsa Indonesia harus diingatkan lagi apa hakikat dari toleransi. Dapat kita lihat bahwa toleransi bangsa ini telah memudar. Hal ini disebabkan karena kita sebagai warga dengan mudah menelan info secara mentah-mentah. Kita terlalu mudah untuk didoktrin oleh kelompok yang mengikuti interpretasi yang lebih ketat. Hanya sejauh ini mereka bukan berasal dari kekuatan sosial atau politik yang dominan.Agama saat ini sudah menjadi komoditas di Indonesia, khususnya di dunia politik. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya pihak yang sukses di pemilihan umum di daerah saat mengusung isu agama.

Anda pasti tahu yang saya maksud disini. Intinya saya sebagai generasi muda berharap semoga di masa yang mendatang, generasi saya dan generasi selanjutnya yang akan mengisi kemerdekaan, dan melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan berdasarkan ideologi kita yakni Pancasila. Sehingga kejadian yang telah lalu tidak akan terulang kembali.  

Untuk merealisasikannya maka dapat dimulai dari pendidikan. Pendidikan pancasila, lebih tepatnya. Tujuan pendidikan pancasila yang mencakup unsur filsafat pancasila di perguruan tinggi yaitu dapat memahami, menghayati dan melaksanakan jiwa pancasila dan uu dalam kehidupan sebagai warganegara republik Indonesia, menguasai pengetahuan dan memahami tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara, memupuk sikap dan perilaku yag sesuai dengan nilai-nilai dan norma pancasila. Dengan perhatian yang lebih pada sistem pendidikan kita, maka percecokan dan perkelahian dapat dihindari di masa mendatang.

Melalui surat ini, aku ingin mengatakan. Bisakah kita membedakan urusan rohani dengan politik ? aku tahu bahwa pesan agama menyatukan kemanusiaan kita tetapi kepentingan dan kekuasaan kerap mencabik-cabiknya. Dan bisakah kita berpolitik dan beragama tanpa memusihi perbedaan dan mengorbankan persatuan ? Aku yakin kita bisa. Belajarlah dari para pendahulu. Beliau dapat bekerja sama untuk merdeka walau dengan latar belakang berbeda. Mari perbaiki diri untuk Indonesia yang lebih baik !

 


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Indah Arum Sari
Added Aug 8

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives