content 2 (how to survive) from Monica Anindita's blog

HOW TO SURVIVE IN SOLO

(monica anindita, vicky asyafiqoh ulya dan Avista rahmadhani hendraningtias)


 

Dwi Kuncoro, Diaadalah anak rantauan yangsekarang ini  mencari ilmu, uang, dan pengalaman di tanah Jawa. Dia berasal dari Kalimantan Barat, mahasiswa berumur 24 tahun ini sudah beberapa tahun tinggal di Jawa khususnya Solo. Anak kedua dari dua bersaudara ini hijrah dari Kalimantan ke Solo untuk kuliah. Awalmulanya dia menargetkan untukmasukdiUNS,akan  tetapi mungkin rezeki kak Dwi tidak di UNS . Setelah gagal untuk masuk UNS dia tidak menyerah, dia mencoba mendaftar di Universitas Swasta yang cukup bagus juga di kota Solo yaitu UMS dengan prodi Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi. Mahasiswa yang sudah semester akhir ini sedang sibuk menyelesaikan skripsinya disamping itu dia juga  bekerja. Dia sudah sejak tahun 2013 berada di Solo, jadi dengan mudah menyesuaikan dirinya untuk kuliah dan bekerja.  Sekarang dia menunggu sidang skripsi sambil bekerja di kafe Co Pilot samping UNS. Baru sekitar bulan Januari dia bekerja disana, kalau ditanya kenapa memilih bekerja disana katanya “ Ya jadi orang itu supel aja, cari pengalaman juga dari pada nganggur dikosan mending bekerja untuk nambah penghasilan”. Gajinya  rata-rata 1 juta-1,5 juta/bulan, dan biaya hidup dia kira-kira 1 jutaan. Ya namanya juga anak rantau harus hemat dan belajar survive di kota orang. Saran dia untukanak rantauan lainsurvive di Solo cukup gampang yaitu belajar menyesuaikan diri saja, memahami budaya dan lingkungan, mudah bergaul dan tentunya belajar menghargai. Menambah wawasan dan memperbayak teman adalah hal yang kak Dwi lakukan untuksurvive dikotaSolo. Jauh dari keluarga dan saudara membuatnya belajar mandiri dan bekerja keras untuk menggapai kata Suksesdan mencintai kampung halamannya. Harapan dia untuk mahasiswa di Solo yaitu banyak-banyak mencari ilmu, membaca buku, mencari teman karena itu akan menambah wawasan kitadan juga jadi orang yang supel. Selanjutnya untuk mencari kerja juga jangan di tempat yang terikat karena kita akan susah menyesuaikanya apalagi dengan status kita yang masih mahasiswa. Kak Dwi Kuncoro ini sangat menginspirasi kita , walaupun jauh dari keluarga dia bisa benar-benar survive di kota orang dengan kuliah plus kerja. Semoga motivasi kakak bermanfaat untuk mahasiswa-mahasiswa di Solo dan sukses juga untuk skripsinya . Amin .

 


Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment