CONTENT 2 : HOW TO SURVIVE IN SOLO from Anggytha Putrie Alvio Mahho Ghanny's blog

HOW TO SURVIVE IN SOLO


Oleh : Dinggu

 

PKKMB FISIP 2017

UNIVERSITAS SEBELAS

MARET



How to Survive in Solo

(Oleh : Aldiki, Almira, dan Anggytha)


Prasastiningrum atau yang biasa dikenal dengan Sasti adalah seorang mahasiswi berusia 19 tahun yang berasal dari Bekasi. Akan tetapi, ia merantau ke Solo karena ia adalah salah satu mahasiswi dari Universitas Sebelas Maret.

“Super fun! Semuanya serba murah dan kota nya kecil, jadi tidak memakan waktu kalau kemana-mana. Selain itu juga, kebudayaannya masih kental jadinya bikin kangen”, ucapnya saat ditanyai mengenai kesannya selama hidup di kota Solo.

Menurut Sasti, nominal uang yang biasa dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari serta keperluan yang biasa dibeli sekitar dua puluh ribu rupiah sampai lima puluh ribu rupiah. Lima puluh ribu rupiah itu untuk include bensin selama tiga hari. Sedangkan dua puluh lima ribu rupiah itu untuk kebutuhan makan. Pulsa selama 2 hari sebesar lima belas ribu rupiah. Belanja bulanan seperti keperluan alat-alat mandi, pengeluarannya sekitar seratus ribu rupiah.

Sasti juga memberikan saran bagaimana cara bisa bertahan hidup di Solo.

“Pengeluaran harus dibatasi, dan kalau ingin makan di luar jangan sampai over budget karena nanti malah pusing pas lagi akhir bulan. Terus kalau kehabisan uang, cari rumah saudara terdekat dan menginap disana.. Insya Allah pulang pasti dapat uang dari saudara untuk bertahan hidup”.

Harapan Sasti atas peran mahasiswa dalam bermasyarakat, semoga mahasiswa dapat berkontribusi lebih dan dapat bermanfaat dalam lingkungan. Semoga pendapat kami (mahasiswa) untuk memajukan wilayah atau lingkungan dapat diterima tanpa memandang usia atau pengalaman.

                                                                                    Jum’at, 4 Agustus 2017


Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives