Surat Untuk Indonesia from Elbert Segah Ya'aro's blog

Untuk Indonesiaku  yang merdeka,  

Indonesia saat ini begitu banyak perubahan, hal itu diungkapkan oleh nenek dan kakekku. Menurut mereka  dulu Indonesia belum memiliki gedung-gedung tinggi.  Kereta juga masih sangat terbatas. Kendaraan  umum seperti bus dan kendaraan lainnya  sangat sedikit  dan orang lebih suka menggunakan sepeda kemana-mana. Orangtua saja hanya memiliki Vespa pada saat itu. Menurut  kakek ku saat itu Motor Vespa sudah sangat mewah sekali.

Indonesia tempat aku dilahirkan tepatnya aku lahir di ibukota Negara Indonesia yaitu di Jakarta. Sebagai ibukota, Jakarta terus berbenah. Jika saat ini sudah banyak sekali kemajuan di jaman ini. Orang sudah dapat menikmati kemajuan dari kota Jakarta. Cobalah tengok  jalan raya sudah aspal dan mulus.  Bus-bus Transjakarta sudah hilir mudik dan banyak sekali tersedia dan siap mengantar penumpang ke berbagai halte serta station bis. Jalan tol yang sudah banyak dibuat untuk mempermudah transportasi yang menghubungi satu daerah ke daerah lain. Sungguh Jakarta sebagai Ibukota Negara sudah banyak kemajuan.

Betapa indahnya Indonesia bagi saya, ketika saya menapakkan kaki di Pulau Bali. Wanita-wanita dengan kebaya Bali membwa persembahan untuk sembahyang dan saya menyadari itu tidak akan ditemui dibagaian dunia manapun. Para Pecalang dengan pakaian adat Bali menjaga keamanan di Bali terlihat dengan ramah menyapa saya dan keluarga.  Keunikan lain ketika saya mengunjungi Pulai Nias di Sumatera Utara. Ketika orangtua saya mengajak pergi ke kampung halaman kakek dan nenek  sungguh diluar dugaan. Perjalanan yan g panjang terbalas dengan keindahan pantai Sorake  di dekat teluk dalam dengan ombak yang besar. Disudut pantai terlihat beberapa turis mengangkat papan seluncur, konon katanya pantai sorake ini adalah pantai nomor 2 dengan ombak yang bear dan menantang para selancar.  Saya  berdecak kagum ketika datang ke teluk dalam dan menyaksikan sendiri kegiatan para pemuda Nias waktu  mereka mengadakan  lompat batu. Semua itu tidak akan ditemui dibagian manapun di belahan dunia. Saya  melihat rumah panggung di pedalaman teluk dalam. Semua masih menggunakan alat-alat tradisional. Sungguh unik dan saya kagum melihatnya. Keunikan lain saya temui ketika saya  berkunjung ke kota gudeg Yogjakarta. Keramahan masyarakatnya membuat saya  kerasan berada di kota pelajar ini. Saya berlibur bersama teman-teman SMA. Ketika kami melihat gunung merapi dari dekat  dengan mengendari mobil pick up. Melihat dari dekat jejak-jejak bekas meletusnya Gunung merapi dan hal-hal yang ditinggalkan dari bekas meletusnya gunung tersebut.  Saya semakin mencintai alam Indonesia . Ketika saya menikmati ketenangan di alam terbuka hutan pinus imogiri. Sungguh besar karya Tuhan bagi indahnya Indonesiaku .

Indonesiaku janganlah dirusak oleh teroris. Dulu orangtuaku sedih sekali mendengar kabar bahwa  ada bom yang meledak di pulau Bali tahun 2002. Ketika itu aku baru berumah 3 tahun. Mungkin aku belum mengerti tapi kisah itu menjadi sejarah yang menyedihkan dan tragis . Kisah yang selalu diingat oleh rakyat Indonesia. Pada tahun 2005, kisah itu terulang kembali ketika ada Bom yang meledak di daerah Jimbaran Bali. Sungguh kejam para teroris membuat Indonesia menjadi daerah yang tidak aman bagi para wisatawan asing. Indonesiaku janganlah kau rusak dengan teror  dari orang-orang yang iri dan tidak bertanggung jawab. Teror itu harus kita lawan..

 

Saya sebagai generasi mudamahasiswa FISIP UNS, ingin agar Indonesia tetap bersatu meski banyak sekali perbedaan yang ada di Negara ini. Beda suku bangsa, beda agama dan mungkin beda latar belakang serta banyak hal. Tetapi hal tersebut tidak dapat membuat bangsa ini terpecah belah. Karena ada Pancasila sebagai dasar Negara yang mempersatukan dan ada Undang-Undang dasar 1945 menjadi pedoman bagi bangsa ini dalam melakukan pembangunan.

Indonesiaku  Negara yang Indah, janganlah dirusak alamnya dengan keegoisan para pengusaha. Janganlah dirusak alamnya oleh tangan-tangan yang egois. Cukup sudah lumpur lapindo menjadi buktinya dan alam papua yang sudah terkikis karena pengusaha asing. Janganlah dirusak alamnya dengan coret-coret tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Janganlah dikotori alamnya dengan sampah – sampah dari pengunjung semena-mena. Tetapi rawatlah alam Indonesia yang kita cintai dengan melihatnya, menikmatinya dan merawatnya. 

Sebagai mahasiswa FISIP UNS, kita wajib memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Berkarya dan bersikap kreatif agar Indonesia maju. Sekarang bukan lah jamannya berpangku tangan. Mari kita benahi apa yang bisa kita benahi. Mari kita perbaiki apa yang telah dirusak. Mari kita sebagai generasi muda membuka wawasan pengetahuan kita dan menerapkan ilmu yang kita dapat untuk kemajuan bangsa ini.

Justru dengan kita mempelajari FISIP, sudah seharusnyalah kita mensosialisasikan berbagai hal positif kepada masyarakat Indonesia. Seperti hidup bertoleransi, mulai dari hal kecil, seperti tidak menggangu ibadah umat beragana lain, tidak mengejek-ejek suku ras lain. Lalu contoh hal kecil lainnya, hidup jujur dengan tidak meniru atau mencontek karya orang lain. Sebagai mahasiswa FISIP UNS serta warga Indonesia sudah seharusnya kita hidup seperti itu, sebagai warga terpelajar berpendidikan.

Indonesia Negara yang merdeka, biarlah setiap insan yang ada di negara ini boleh merasakan kemerdekaan itu. Merdeka dalam menuntut ilmu, merdeka dalam menjalankan ibadah  dn merdeka dalam mengemukakan pendapat yang baik bagi Negara ini. Jangan lagi ada penindasan bagi yang lemah dan miskin. Mari ciptakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Pemimpin harusnlah turun ke lapangan untuk melihat kebutuhan rakyat Indonesia.  Jauhkan segala perepcahan yang terjadi dan pembicaraan yang tidak ada artinya.

Indonesia dengan Pancasila-nya, sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Aku ada didalamnya. Menjadi orang yang beragama dan bertoleransi dengan agama lain. Jadikan Indonesiaku yang damai dan tentram. Meski Indonesiaku dihuni berbagai jenis orang…mereke berbeda agama, berbeda suku malah kadang berbeda bahasa daerahnya, tetapi mereka terikat pada satu kesatuan BHINEKA TUNGAL IKA. Sungguh aku kagum dnegan Indonesiaku.  

Indonesia aku bangga menjadi bagianmu

 

(elbertsegah-Sosiologi)


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Elbert Segah Ya'aro
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives