Surat Untuk Indonesia from Olivia Setya Dilanviani's blog

Sudah 72 Tahun INDONESIA merdeka,sungguh aku berterima kasih kepada pahlawan-pahlawan yang pada zaman dahulu berani mempertaruhkan nyawa mereka demi kemerdekaan negri ini. Banyak darah bertumpah,banyak nyawa yang melayang dan juga banyak penderitaan yang telah para pahlawan lalui,tetapi dizaman sekarang masih banyak para pemuda-pemudi yang tidak bisa menghargai perjuangan pahlawan bangsa. Banyak dari mereka yang lupa betapa susahnya merebut kemerdekaan,betapa eratnya tali persaudaraan antar pejuang dan betapa besarnya kepedulian antar sesama.

INDONESIA,negriku dengan miliaran manusia,dengan sejuta budaya,dengan ribuan pulau,dengan berbagai macam aliran kepercayaan dan dengan banyaknya lapisan golongan. Namun,masih miris dalam toleransi. Melihat negriku satu tahun terakhir membuat hatiku bersedih,melihat banyak berita yang meberitahu bahwa masih banyak bentrok atau kerusuhan antar golongan dan antar umat beragama. Hal tersebut membuat saya bertanya-tanya,apakah pancasila sebagai dasar negara sudah dilupakan? Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” bisa dilihat dengan jelas, Pancasila sila pertama mencakup seluruh agama di Indonesia,dimana semua agama memiliki Tuhan untuk disembah,semua agama mengajarkan kebaikan,semua agama tidak ada yang salah,lantas mengapa masih saja menganggap bahwa agama orang lain itu buruk?. Sila kedua, “kemanusiaan yang adil dan beradab” bisa dilihat dengan jelas,bahwa Pancasila mengajarkan kita untuk berlaku adil dan beradab,lantas mengapa masih banyak di masyakarat “main hukum sendiri” dalam menindak kejahatan?yang bahkan berujung kematian seseorang. Lalu, sila ketiga, “persatuan indonesia” bisa dilihat kembali bukan? Bahwa Indonesia adalah satu. Bukan dia,bukan kamu,bukan siapapun melainkan kita. Lantas mengapa masih saja banyak ditemukan diskriminasi terhadap kaum minoritas? Kemudian,sila keempat “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan” bisa dilihat, Indonesia menjunjung tinggi bermusyawarah dalam mengambil keputusan,namun lantas mengapa masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa mengeluarkan suaranya? Rakyat yang dipimpin oleh seorang perwakilan yang dipilih dan diberi amanah oleh rakyat,yang diharapkan dapat memberikan keadaan yang lebih baik.Namun pada kenyataannya?banyak uang rakyat yang habis ntah kemana. Dan yang terakhir sila ke lima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” suatu keadilan sungguh dijunjung tinggi oleh negriku ini,namun pada kenyataannya hukum dinegri ini masih saja tumpul keatas dan lancip kebawah.

Ada apa dengan negriku?mengapa Pancasila sebagai ideologi negara dilupakan? Banyak harapan dan keinginan saya untuk membuat negri ini lebih baik. Saya sebagai mahasiswa Universitas Sebelas Maret sangat bangga,karna disini saya melihat begitu indahnya toleransi antar sesama manusia. Banyak sekali keanekaragaman dan perbedaan yang ada,namun tidak pernah menimbulkan kekacauan. Saya selaku mahasiswa dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik pun bangga,karna disini saya bisa mempelajari lebih jauh tentang apa itu ilmu sosial dan apa itu ilmu politik,yang saya yakin bahwa kedepannya ilmu-ilmu tersebut dapat berguna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Harapan saya,kedepannya Indonesia menjadi negri yang lebih baik dalam segi toleransi sesama manusia. Karna kemerdekaan yang dapat kita nikmati saat ini bukan dari hasil keegoisan individu,bukan juga hasil dari suatu kelompok ataupun dari suatu lapisan masyarakat,melainkan hasil dari persatuan seluruh rakyat Indonesia yang bersama-sama menyatukan kekuataan untuk dapat mengibarkan bendera merah putih dan mendapatkan pengakuan dunia bahwa Indonesia merdeka.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Olivia Setya Dilanviani
Added Aug 7

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives