Jika Aku Menjadi Pemimpin from Rosseta Septia Menawati's blog

Jika Aku Menjadi Pemimpin

Sebelumnya saya tidak pernah berpikir ingin menjadi seorang pemimpin, baik di suatu organisasi kecil maupun organisasi besar. Karena menurut saya menjadi orang di balik layar dengan seabrek tugas dan tanggung jawabnya untuk sebuah tujuan besar akan jauh lebih menyenangkan. Maka, saat saya dihadapkan oleh essay berjudul “Jika Aku Menjadi Pemimpin”, membuat saya harus berpikir keras dan berimajinasi bagaimana dan apa yang harus saya lakukan sebagai seorang pemimpin entah itu organisasi besar ataupun organisasi kecil.

Menurut pengertiannya, pemimpin itu sendiri adalah seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Menjadi pemimpin itu sendiri bukanlah perkara yang mudah, ada banyak tanggung jawab yang harus di laksanakan dengan baik tanpa merugikan pihak manapun demi tercapainya suatu tujuan. Dan ada banyak kepala yang membutuhkan sosoknya untuk membantu mencapai tujuan maupun mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Serta para anggota yang dipimpin yang memberikan kepercayaannya. Dan harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya di hadapan Tuhan nantinya.

Jadi, menjadi pemimpinbukan hanya dibutuhkan seorang yang hanya pintar tapi, juga harus memiliki attitude yang baik, cerdas dan juga mental yang kuat. Karena menjadi pemimpin berarti memimpin banyak kepala dimana di setiap kepala memiliki konsep pemikiran sendiri-sendiri. Oleh karena itu, attitude yang baik, cerdas dan juga mental yang kuat menurut saya menjadi dasar pokok untuk menjadi seorang pemimimpin. Attitude yang baik menjadi dasar pokok pertama dikarenakan seorang yang memiliki sikap yang baik mampu megayomi anggotanya serta dapat menempatkan diri sesuai kondisi yang ada. Yang kedua adalah cerdas, cerdas dan pintar adalah dua sisi yang berbeda, cerdas bukan hanya terpaku pada teori namun lebih terhadap konsep seta pemahaman serta mampu mengaplikasikan pada kehidupan nyata. Serta mampu membuat sebuah keteraturan sehingga organisasi yang di pimpin dapat berjalan dengan baik dan terorganisir. Pemimpin yang cerdas juga dapat menempatkan anggota anggotanya sesuai dengan kemampuan bidangnya. Pokok ketiga atau pokok terakhir adalah mental yang kuat. Seorang pemimpin dituntut memilki mental yang kuat, dimana dia mampu mengusai emosinya dengan sangat baik. Karena, dalam menggapai tujuan atau visi dan misi yang ingin digapai akan banyak rintangan dan juga tantangan yang akan dihadapi. Orang dengan mental yang kuat mampu berlaku bijak saat diterpa masalah, dapat mengambil jalan tengah dengan tenang tanpa merugikan pihak lain.

Dari pendapat saya mengenai tiga pokok dasar dalam menjadi pemimpin tersebut maka, jika saya menjadi seorang pemimpin saya akan mulai memimpin diri saya terlebih dahulu menuju tiga pokok dasar tersebut. Mendewasakan diri dan memahami karakter setiap anggota yang akan saya pimpin akan membantu saya dalam menuju tujuan visi serta misi yang telah ditetapkan organisasi. Mendewasakan diri akan mampu membangun mental yang kuat, dan membentuk karakter yang tangguh dan siap menghadapi masalah-masalah serta tantangan yang harus dihadapi kedepannya.  Dan dengan memahami karakter setiap anggota saya akan mampu menempatkan setiap anggota sesuai dengan bidangnya sehingga tugas yang akan dilaksanakan dapat dikerjakan dengan jauh lebih efektif dan menghemat waktu.

Maka dari itu, sesuai essay yang ditugaskan “Jika Aku Menjadi Pemimpin”, saya akan mencoba untuk memimpin diri saya sendiri terlebih dahulu menjadi lebih baik dan membangun karakter yang kuat serta menerapkan tiga dasar pokok yang telah saya buat.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Rosseta Septia Menawati
Added Aug 7

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives