Jika Aku Menjadi Pemimpin from Hafidh khairullah's blog

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN
Sebelum saya menulis essay ini, perkenankan saya memperkenalkan diri. Saya Hafidh Khairullah dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara.
Pemimpin merupakan suatu jabatan yang membanggakan bagi siapapun yang mendapatkannya. Namun, tentu saja mempunyai berbagai macam tugas yang akan sangat sulit dilaksanakan jika orang yang mengembannya tak mempunyai jiwa kepemimpinan. Sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, mimpi sebagai seorang pemimpin sudah bukan hanya sebuah khayalan belaka tetapi merupakan cita-cita yang harus diwujudkan. Bisa dimulai dari menjadi ketua (pemimpin) kelas, pemimpin organisasi, pemimpin BEM, dan lain sebagainya.
Saya sebagai mahasiswa UNS Fakultas Ilmu Sosial dan Politik selalu memiliki cita-cita sebagai seorang pemimpin yang akan mendedikasikan dirinya sebagai seeorang yang mempunyai rasa tanggungjawab, demokratis, tahan banting, dan tenang di segala situasi.
Menjadi seorang pemimpin harus bertanggungjawab atas anak buah yang dipimpinnya, akan menampung aspirasi dan usulannya, mendapatkan banyak kritik dan saran dari semua pihak, baik dari anak buahnya maupun dari orang lain, serta akan menghadapi banyak masalah yang jika tak bisa dihadapi dengan tenang akan berakibat buruk bagi kelompoknya.
Jika saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha menempatkan diri sebagi seorang yang mampu menyesuaikan ketika berada di lingkungan keluarga atau masyarakat pada umumnya Gaya kepemimpinan dengan cara turun langsung tidak hanya mengandalkan laporan anak buah. Tentunya saya akan berusaha untuk menyejahterakan kehidupan rakyat. Karena suatu Negara tak akan ada tanpa adanya rakyat. Saya akan menjadi pemimpin yang mendengarkan keluh kesah rakyatnya dan tentunya memberikan solusi terbaik bagi rakyat maupun pemerintahan.
Tegas merupakan salah satu sifat yang juga harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Tentunya tegas yang bukan otoriter. Dengan adanya pemimpin yang tegas tentunya para bawahan tak akan berani bertingkah semena mena dan Negara akan menjadi aman dan tenteram dan rencana rencana yang disusun akan terwujud.
Saya juga ingin menjadi pemimpin yang berwibawa namun sederhana. Menjadi pemimpin belum tentu harus dilayani dengan mewah dan segala sesuatu yang “wah.”
Permasalahan yang akan menjadi fokus utama saya adalah pendidikan dan tingkat kemiskinan. Saya pikir kedua masalah tersebut berpusat pada satu titik, yaitu tidak adanya skill yang dimiliki seseorang. Maka dari itu, seorang pemimpin juga harus memaksimalkan program kerjanya di bidang pendidikan. Dengan fokus utama pendidikan, saya yakin masalah kemiskinan dapat diberantas. Namun tentunya dengan rasa keingin tahuan yang tinggi dari individu serta rasa semangat. Hal tersebut bisa di realisasikan dengan memberikan subsidi pendidikan, pendirian BLK bagi masyarakat, dan lain sebagainya.
Permasalahan yang penting lagi, yang baru baru ini marak terjadi adalah kasus narkoba. Dapat kita lihat banyak sekali penyelundupan narkoba dan anak muda dari semua kalangan yang terjerumus dengan memakai narkoba. Maka dari itu, sosialisasi juga penting untuk dilakukan.
Melatih diri menjadi seorang pemimpin dapat di mulai dari diri sendiri. Memimpin diri sendiri, kemudian menjadi pemimpin di suatu organisasi tingkat jurusan, fakultas, dan tingkat universitas.
Sebagai mahasiswa dengan julukan agent of change sudah seharusnya kita melatih diri kita dengan memperluas wawasan dengan tujuan menjadikan Indonesia menjadi Negara yang lebih baik dari sebelumnya dengan pemimpin yang bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya.

Demikian essay yang bisa saya tuliskan.

Jakarta, 6 Agustus 2017

     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Hafidh khairullah
Added Aug 6

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives