Lihatlah Ini Jika Aku Pemimpin from Aditya Dwinda Pratama's blog

Siapa yang mempunyai cita cita menjadi pemimpin? Ketika banyak manusia berlomba menjadi seorang pemimpin banyak dari mereka yang mencari popularitas, jabatan bahkan uang. Lalu sebenarnya apakah itu pemimpin? Apakah pemimpin itu presiden, jenderal, atau kapten bajak laut? Kembali aku untuk merenungkan.


“Nak kelak jadilah seorang pemimpin”, “Anak anak siapa yang mau jadi pemimpin?”, “Kamu aja lah yang jadi pemimpin!”. Banyak sekali kata kata yang sering kita dengar mengandung unsur kata pemimpin, mulai dari saran, nasehat, pertanyaan hingga perintah mungkin semua pernah kita dengarkan. Mengapa ada manusia manusia yang sangat ingin menjadi pemimpin dan mengapa ada manusia manusia lain yang tidak mau menjadi pemimpin bahkan walaupun disuguhi harta, jabatan hingga popularitas?


Pemimpin hakikatnya adalah “hal” yang memiliki kewenangan dan bertanggung jawab atas apa yang diwenanginya itu. Seekor singa jantan menjadi pemimpin dari segerombolan singa, seseorang menjadi pemimpin dari konvoi motor gede, seorang barista profesional menjadi pemimpin dari barista amatir, seorang jenderal menjadi pemimpin bagi pasukannya, seorang presiden menjadi pemimpin bagi rakyatnya. Dari itu kita akan berpikir bahwa pemimpin memiliki kedudukan yang lebih dari yang dipimpinnya, dan dari itu kita juga tahu bahwa pemimpin itu satu dan yang dipimpin bisa lebih dari satU. Pemimpin mampu menggerakkan, mampu mengarahkan, mampu menghentikan, mampu menghancurkan apa yang dipimpinnya. Banyak beban dan tanggung jawab yang dibeban oleh seorang pemimpin, bagi sebagian orang itu merupakan hal yang sangat menarik karena akan membuat dirinya terpandang, terhebat, tertinggi dan lainnya, namun ada juga yang berpikir bahwa itu adalah sebuah hal yang akan menekan dirinya untuk melakukan hal yang lebih. 


Ketika aku berpikir mungkinkah aku menjadi pemimpin, aku juga berpikir apakah aku sudah pernah menjadi pemimpin? Ketika aku menulis jika aku menjadi pemimpin aku juga berpikir apa yang dulu telah aku lakukan ketika aku menjadi pemimpin?


Aku memiliki beban dan tanggung jawab untuk menulis karya tentang “Jika aku menjadi pemimpin” dan secara tidak langsung aku juga menjadi pemimpin atas karya yang aku buat ini, aku bisa dan berwenang membuat karya ini menjadi sebuah puisi, menjadi sebuah syair, menjadi sebuah cerita namun aku juga bisa membuat ini menjadi tulisan antah berantah tak bermakna. Jika aku menjadi pemimpin, mungkin aku akan kembali berpikir ketika aku pernah menjadi pemimpin. Jika aku menjadi pemimpin, mungkin aku akan menjalaninya seperti hari hari biasa. Jika aku menjadi pemimpin, mungkin hatiku akan gundah karena beban dan tanggung jawab yang aku terima. Jika aku menjadi pemimpin, mungkin aku akan tidak terpimpin. Jika aku menjadi pemimpin, aku tetaplah aku. Namaku Aditya Dwinda Pratama dan ibuku tidak akan memanggil aku “Pemimpin!!”, teman temanku tidak akan mendatangi rumahku dan mengetuk pintu “Assalamualaikum pemimpin”. Jika aku menjadi pemimpin, aku akan tetap menjadi aku, kamu juga tetap akan menjadi kamu. Jika aku menjadi pemimpin, mungkin aku tidak bisa merubahmu. Jika aku menjadi pemimpin, tetaplah dirimu yang bisa merubah dirimu.


Entah kesalahan, kebodohan, atau ini benar,  kita selaku manusia tetap berpikir bahwa pemimpin mampu memberikan perubahan, dan kita sekali lagi selaku manusia akan memuja atau menyalahkan pemimpin atas apa hal yang terjadi kepada kita. Karena itu lihatlah jika aku menjadi pemimpin atas 500 kata.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Aditya Dwinda Pratama
Added Aug 4

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives