Jika Aku Menjadi Pemimpin from Akbar Faizul Muttaqien's blog

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Pemimpin, kata tersebut memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, makna “pemimpin” pasti sering kita jumpai. Seperti dalam kegiatan berorganisasi, berkeluarga, bersekolah, bekerja, bermasyarakat, dan masih banyak kegiatan lainnya. Pemimpin merupakan instrumen yang sangat penting dalam kehidupan, dari hal sepele pun, pasti diperlukan “pemimpin”. Karena pengaruh yang didapat dari seorang pemipin sangatlah besar. Dengan seorang pemimpin, suatu kelompok dapat dikerahkan dan mudah untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. 

Menjadi seorang  pemimpin bukan lah hal yang mudah. Tidak hanya asal memerintah atau memberi instruksi kepada orang lain atau anggotanya, melainkan dibutuhkan pemikiran matang dan tanggung jawab yang tinggi. Tentu hal tersebut tidak bisa kita dapatkan secara instan. Dibutuhkan proses dan tahap pembelajaran yang bermacam ragamnya, seperti LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), didikan orang tua, pembelajaran dari lingkungan sekitar, dan masih banyak proses lagi yang dapat dilalui untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. 

Banyak hal juga yang perlu dimilliki seorang pemimpin untuk bisa menjadi pemimpin yang baik dan berkualitas. Hal tersebut  antara lain, komunikasi dengan anggota,kejujuran,sikap amanah, tanggap, cepat dalam mengambil keputusan, memiliki strategi yang baik dan matang, bijak dalam mengambil keputusan, memiliki pendirian yang kuat, kritis, dan berpikiran positif.

Bercita-cita menjadi pemimpin adalah suatu hal yang  bagus. Karena itu berarti kita sudah mulai menyiapkan diri kita untuk menjadi pribadi yang layak untuk memimpin. Rasa keinginan dan tekad yang kuat tentu akan memiliki pengaruh yang kuat dalam menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin. Hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang dapat dikatan “tidak mudah” dapat diperoleh dengan mudah dengan keyakinan, kemauan, dan usaha yang tinggi.

Jika saya menjadi pemimpin, saya akan mulai dari hal yang paling dekat dengan saya, yaitu diri saya sendiri. Memimpin diri sendiri? Ya. Karena bagaimana saya memimpin anggota saya apabila saya tidak dapat memimpin diri saya sendiri. Hal tersebut jelas perlu saya lakukan terlebih dahulu sebelum saya menyebar ke lingkup lainnya. Apa yang perlu saya pimpin dari diri saya sendiri? Tentu banyak hal. Dimulai dari mulut, saya harus menjaga mulut saya untuk tidak berkata kasar atau yang menyakitkan orang lain. Nafsu, saya perlu mengontrol nafsu saya untuk selalu melakukan hal-hal kebaikan. Emosi, hal ini memang berkaitan dengan kendali diri saya. Saya harus sangat pandai dalam mengendalikan emosi saya dalam menghadapi berbagai hal, terutama masalah, jangan sampai emosi saya tidak dapat saya kendalikan sendiri. Pikiran, saya harus dapat memimpin diri saya terlebih dahulu dengan berpikir yang positif dan logis.

Setelah memimpin diri sendiri, barulah saya beranjak ke tahap selanjutnya, yaitu menjadi seorang pemimpin dilingkungan pertemanan. Menjadi seorang pemimpin di lingkup pertemanan, saya mengedepankan komunikasi antar teman satu dan lainnya. Untuk apa? Untuk menjadi jembatan rasa keterbukaan satu sama lain. Agar semua hal dapat dibahasa secara bersama dan dapat menghasilkan keputusan yang terbuka dan adil bagi semua.

Kembali lagi pada judul awal “Jika Saya Menjadi Pemimpin”, menjadi pemimpin di lingkungan bermasyarakat. Lingkup ini jauh lebih luas dan lebih besar tanggung jawabnya dibandingkan dengan mempin diri dan pertemanan (lingkup kecil) yang saya sampaikan sebelumnya. Menjadi seorang pemimpin di masyarakat memiliki tantangan yang jauh lebih berat, contohnya saya ingin menjadi seorang pemimpin suatu organisasi social atau organisasi kampus. Hal yang harus diperhatikan pada awalnya yaitu strategi dalam menyusun struktur organisasi. Saya akan memosisikan seseorang yang ahli dibidangnya di setiap divisi. Kenapa demikian? Karena hal tersebut dapat memudahkan kita dalam menjalankan organisasi tersebut. Lalu dalam hal memimpin, lagi lagi komunikasi sangat diperhatikan dalam hal ini. Saya harus menjalankan fungsi komunikasi yang baik dan intensif untuk memudahkan segala proses dan permasalahan yang dihadapi. Selain itu, saya juga menerapkan ketegasan, kedisiplinan, keramahan dalam memimpin sebuah organisasi. Dengan menerapkan semua hal dalam memimpin, saya jadi mengerti makna sesungguhnya “Menjadi Seorang Pemimpin”.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Akbar Faizul Muttaqien
Added Aug 3

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives