Jika Aku Menjadi Pemimpin from Agita Rahma Pertiwi's blog

Jika saya dipercayai untuk menjadi seorang pemimpin. Saya ingin menjadi penunjuk arah bagi orang-orang yang saya pimpin, sehingga kami memiliki satu tujuan yang sama dalam bekerja. Karena jika kita memiliki tujuan yang sama dan jelas, maka untuk mencapai tujuan itu akan semakin mudah.

Selain menjadi pemimpin yang dapat menunjukan arah tujuan, saya juga ingin menjadi panutan untuk orang-orang yang saya pimpin. Karena menurut saya pemimpin adalah cermin untuk anggota. Artinya bahwa pemimpin adalah sosok yang ditiru oleh anggotanya. Contohnya saja, jika pemimpin tersebut malas dan masuk kerja sering telat, maka tidak heran jika ada anggotanya yang bermalas-malasan. Oleh karena itu, menjadi pemimpin haruslah bisa menjadi panutan untuk anggotanya. Memberi contoh yang baik, disiplin dan tanggung jawab. Jika pemimpin sudah bisa menjadi panutan, maka anggotannya akan secara langsung maupun tidak langsung akan mengikutinya.

Contohnya saja Bapak Presiden kita Bp. Jokowi, beliau adalah salah satu pemimpin Indonesia yang sangat saya kagumi. Karena kerendahan hatinya dan ia salah satu pemimpin yang dekat dengan rakyatnya (merakyat). Alasan lain saya mengagumi beliau karena dibalik jabatannya sebagai seorang pemimpin, tidak terlihat gaya elit yang biasanya dapat kita lihat pada pemimpin-pemimpin lainnya. Itulah yang ingin saya terapkan jika saya menjadi seorang pemimpin.
Sifat rendah hati dan merakyat menginspirasi saya untuk tidak membawa posisi pemimpin saat kita berkomunikasi dengan anggota. Karena dengan kita menganggap diri kita sejajar dengan anggota kita, kita akan lebih mudah memahami apa yang diinginkan oleh anggota, apa yang mereka butuhkan dan ide apa saja yang mereka temukan. Hal ini akan mudah tercapai jika kita dapat memposisikan diri kita sebagai teman oleh anggota kita.
Dengan sifat-sifat diatas, kita akan mendapatkan kekuasaan yang semestinya. Kekuasaan sangat dibutuhkan dalam memimpin suatu organisasi demi mencapai tujuan bersama. Dengan kekuasaan kita dapat mengontrol anggota dalam organisasi itu sendiri agar tidak keluar dari tujuan bersama. Kekuasaan yang saya harapkan jika saya menjadi pemimpin adalah Expert Power. Kenapa ? Expert Power adalah kekuasaan atas dasar pengaruh karena kemampuan atau pengetahuan spesialis. Saya tidak ingin memiliki kekuasaan karena ditakuti, saya ingin memiliki kekuasaan karena kemampuan yang saya miliki. Dengan begitu saya tidak akan menyalahgunakan kekuasaan dengan tidak semestinya.
Bisa dibilang bahwa saya menginginkan gaya kempemimpinan yang berorientasi kepada kedekatan karyawan. Achievement-oriented leader adalah menetapkan tujuan dan mengharapkan performa dari bawahan untuk mencapainya. Hal ini terjadi karena saya menginginkan apapun tujuan organisasinya, kita sebagai penggerak harus bisa mencapainya. Karena menurut saya suatu pemimpin akan sia-sia jika tidak bisa mencapai tujuan suatu organisasi yang dipimpin.
Berbagai pendapat mengenai kriteria pemimpin sejati pernah saya dengar diberbagai media, bahkan tempat saya bekerja sendiri, diantaranya ;
Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:
1. Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.
4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

Persyaratan menjadi seorang pemimpin juga saya dapatkan dalam ajaran agama saya, bahwasanya didalam Alkitab peminipin harus mempunya sifat dasar :
Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.
Maka saya sekarang memiliki prinsip dan keinginan untuk menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama saya dan juga meneladani tokoh-tokoh yang menurut saya beliau sudah berhasil menjadi seorang pemimpin.

     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Agita Rahma Pertiwi
Added Aug 2

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives