JIKA AKU PEMIMPIN from Muflih Dwi Fikri's blog

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

 

                Pemimpin menurut Kamus Besar Berbahasa Indonesia artinya orang yang mengetuai, mengepalai atau mengendalikan. Namun, bagi saya pemimpin bermakna lebih dari itu. Pemimpin adalah seseorang yang dengan kesadaran penuh dan hati ikhlas didedikasikan hidupnya untuk orang lain. Menjadi seorang pemimpin merupakan tanggung jawab besar. Dia harus berani dan mampu menanggung semua resiko yang ada. Dia, sosok yang terdepan jika terjadi kesalahan baik itu merupakan kesalahannya ataupun anak buahnya secara birokrasi. Dia, sosok penentu keputusan untuk keberlangsungan hajat orang banyak, keputusan yang harus tepat dan cepat walaupun sebuah dilema sering terjadi. Dia, sosok yang harus mengedepankan kepentingan khalayak banyak diatas kepentingannya pribadi walaupun bisikan duniawi merasukinya.

 

                Jika saya suatu saat diberi amanah dan kesempatan untuk memimpin maka hal yang saya akan lakukan adalah beradaptasi. Beradaptasi untuk menyesuaikan terhadap kelompok atau komunitas atau organisasi yang saya pimpin, karena terkadang berbeda sumber daya berbeda pula cara memimpinnya. Saya akan meilhat dan memantau secara cepat orang-orang yang saya pimpin, sehingga saya dapat menyesuaikan diri cara apa yang dapat saya gunakan untuk memimpin kelompok.

 

                Jika saya menjadi pemimpin, saya juga akan belajar. Pemimpin bukan berarti Tuhan yang Maha Benar, pemimpin terkadang juga dapat melakukan kesalahan yang dimana kita harus mau belajar untuk memperbaikinya yang terkadang itu datang dari orang-orang yang kita pimipin. Belajar juga dari pengalaman, experience is the best teacher, dan pengalaman itu bisa datang dari diri kita sendiri, pemimpin terdahulu, maupun orang lain yang mungkin adalah orang-orang yang kita pimpin. Jadi, menjadi pemimpin jangan malu untuk belajar, jangan berpaling dari kritik membangun dan jangan merasa seperti layaknya sang pencipta

 

                Jika saya menjadi pemimpin, saya akan mendoktrinasi diri saya untuk menjadi sosok  suri tauladan. Tak bisa dipungkiri ketika kita sudah menjadi seorang pemimpin dalam suatu kelompok maka diri kita dijadikan logo, dalam artian merepresentasikan kelompok yang kita pimpin. Ketika kita berbuat suatu hal yang buruk, hal yang tercela, tidak hanya kita yang akan dicap sebagai sosok tidak taat norma melainkan kelompok yang kita pimpin juga akan terkena getahnya. Dan menurut saya, pemimpin yang ideal tidak akan melakukan hal tersebut. Memang berat, tapi itulah resiko seorang pemimpin di mata masyarakat, karena pemimpin memliki kontrak 24 jam dengan moril kesusilaan.

 

                Jika saya menjadi pemimpin, saya akan menjadi seorang teman setia. Pemimpin bukan berarti menuhankan diri, bebas menyuruh dan bertindak apa saja terhadap orang-orang yang kita pimpin. Menurut saya, pemimpin yang ideal haruslah mampu menjadi sahabat bagi orang-orang yang dipimpinnya sehingga mereka akan merasa nyaman dan semuanya akan terasa lebih produktif serta efektif dalam kebahagiaan moril.

                Jika saya menjadi pemimpin, saya akan menjadi pelindung. Ketika menjadi pemimpin, saya akan siap menjadi tameng terdepan untuk melindungi orang-orang yang saya pimpin. Saya selalu berprinsip, apapun dan siapapun yang sebenarnya salah, sesungguhnya semuanya terjadi dari diri sendiri. Saya siap menjadi yang tersalahkan. Namun, bukan berarti saya tak berani untuk menegur untuk membenarkan, bukan berarti saya tak mau berbenah untuk kesempurnaan.

 

                Jika saya menjadi pemimpin, saya akan memprioritaskan. Tugas utama seorang pemimpin adalah membawa kelompok menuju arah tujuan yang telah ditetapkan. Ketika saya menjadi seorang pemimpin, saya akan memprioritaskan tujuan kelompok yang saya pimpin diatas kepentingan lain selama tidak melanggar norma dan peraturan yang berlaku. Memanajemen waktu, sumber daya, dll menjadi suatu yang dapat berguna bagi kemaslahatan khalayak.

 

                Jika saya menjadi pemimpin, saya akan memulai. Mungkin anda tidak sadar bahwa sedari anda membaca essay ini dari atas semuanya hanya mengandai-andai. Boleh saja  kita merencana tapi jika rencana tanpa aksi sama seperti api tanpa panas (tak berguna). Saya akan memulai apa yang tajuk rencana saya, karena saya adalah seorang pemimpin bukan pemimpi.

 

(583 kata oleh Muflih Dwi Fikri – Hubungan Internasional UNS)


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Muflih Dwi Fikri
Added Aug 1

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives