JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN from Ardyan Rakhmad Pradana's blog

                                              JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

 

                                              Oleh : Ardyan Rakhmad Pradana              

 

       Ketika kita berbicara tentang Pemimpin, pada hakikatnya semua manusia dilahirkan menjadi seorang khalifah ( pemimpin ), baik sebagai pemimpin atas dirinya sendiri maupun pemimpin di dalam suatu organisasi. Sejak kecil kita semua telah belajar melalui orang tua dan orang-orang disekitar kita untuk menjadi pribadi yang baik yang mampu memimpin diri sendiri untuk sesuatu yang baik serta memilah hal hal buruk yang tidak boleh dilakukan.

Sebenarnya sejak dulu, kita sudah mengenal yang namanya seorang pemimpin. Dimulai dari masa kanak - kanak, kita tau pasti selalu ada satu orang anak kecil yang menjadi pemimpin diantara teman –temannya ketika sedang bermain bersama di tingkat TK, kemudian ketika kita telah menginjak kelas 1 SD kita baru mengenal yang namanya ketua kelas, yang mana ia bertugas untuk memberikan informasi dari guru atau sekolah kepada lingkup teman satu kelasnya, dilanjutkan ketika memasuki jenjang SMP dan SMA kita mulai mengenal namanya organisasi siswa intra sekolah yang dipimpin oleh ketua OSIS yang memiliki tugas penting dalam mengkoordinir para anggotanya agar tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dapat terlaksana dan sesuai dengan yang diharapkan , serta BEM di masa kuliah nanti. Dengan begitu kita bisa mengerti bahwa semakin besar suatu organisasi, maka semakin luas dan kompleks pula suatu kepemimpinan. Namun dengan demikian sebuah tingkatan tanggung jawab kita pun juga semakin tinggi.


         Dalam menjadi seorang pemimpin pasti selalu ada hambatan yang menyertainya. Sebab, dalam hidup manusia sudah ditakdirkan dalam menghadapi hal-hal yang pro maupun kontra. Oleh karena itu, sosok pemimpin harus kuat dan kokoh dalam keadaan apapun. selain itu seorang pemimpin dalam kepemimpinannya harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan tindakan, sebab kesalahan dalam bertindak dapat menyebabkan hal buruk bagi dia dan seluruh anggotanya. Untuk itu seorang pemimpin harus mempunyai sifat- sifat berikut, diantaranya :

*Siddiq, artinya jujur, benar, yang mana kita juga dituntut untuk  memiliki akhlak yang baik serta ber integritas tinggi.

*Fathonah artinya cerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan profesional.

*Amanah, artinya dapat dipercaya dan dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh anggota yang dia pimpin.

*Tabligh, artinya senantiasa menyampaikan kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang disampaikan. Bersikap komutatif dan dapat bersikap terbuka kepada seluruh anggotanya.


          Kita sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa ini, sebagai kaum intelektual harus segera sadar dan bangkit mengenai permasalahan yang ada di negeri ini. Sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa harus kita mulai dengan memimpin diri kita sendiri. Kita harus mampu memimpin diri untuk berdisiplin terhadap tugas dan kewajiban – kewajiban kita. Kita juga harus mulai melatih dan membiasakan diri untuk tetap menjaga moral, kejujuran, aspek sosial serta yang terpenting tetap berpedoman pada Pancasila. Setelah kita mampu memimpin diri kita sendiri, maka kita pasti siap jika diberi kepercayaan untuk memimpin orang lain di dalam sebuah organisasi yang ada di lingkungan sehari – hari.

 

           Jika aku dipercaya menjadi pemimpin, aku akan selalu siap melayani dan mengayomi seluruh anggota, menerapkan sifat siddiq, amanah, fathonah dan tabligh yang aku miliki. Serta memiliki sifat seperti yang di tuturkan oleh bapak Ki Hajar Dewantara antara lain "Ing ngarso ing tulodho" artinya didepan harus memberikan contoh dan menjadi panutan dari anggota, " Ing madyo mangun karsa " artinya ditengah harus bisa membangkitkan dan membakar semangat anggota, Serta " Tut wuri handayani " artinya dibelakang dapat memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh anggota yang menumbuhkan motivasi dan semangat. disisi lain aku harus kuat dan kokoh terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran karna semua orang pasti mempunyai pemikiran yang pro dan kontra terhadap suatu hal, tidak boleh takut gagal, harus yakin tidak boleh ragu, mampu menerima dan memberikan solusi yang terbaik atas apa yang sedang terjadi.


           Proses serta hasil lebih diutamakan dari pada hanya sebuah gaya dalam memimpin, Tidak mudah goyah, Dan yang terakhir, yang paling penting. Tetaplah menjadi seorang yang murah hati. Jangan biarkan sebuah jabatan membuat kita lupa siapa diri kita sebelum ini. Pemimpin besar yang berhasil dan dihargai banyak orang adalah mereka yang sukses menguasai diri untuk tetap menjadi murah hati. Latih diri kita untuk tetap menjadi pemimpin yang rendah hati dan tidak terlalu berfikir untuk selalu diatas. Menjadi murah hati juga akan membawa kita untuk terus belajar dan belajar lebih baik daripada sebelumnya.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Ardyan Rakhmad Pradana
Added Jul 31

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives