Jika Aku Menjadi Pemimpin from Kunti Dewi Kriswindayasti's blog


               Pemimpin. Berbicara mengenai pemimpin, pasti kita semua berpikir bahwa arti dari kata pemimpin ialah seseorang yang menduduki jabatan tertentu ataupun seseorang yang memiliki kewenangan untuk memerintah bawahanya. Ya, itu semua benar. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang gampang. Orang bilang, kalau jadi pemimpin merupakan pekerjaan yang senang dan mudah, karena istilahnya mereka hanya “menyuruh” bawahan mereka seenaknya sendiri. orang jaman dulu juga bilang, “Sekolah yang tinggi biar bisa jadi bos biar enak cuma duduk manis dapat uang ”. Menurut saya, justru menjadi pemimpinlah tantangan kita yang sebenarnya. Pemimpin selalu dituntut untuk menghasilkan yang terbaik. Pemimpin dituntut untuk selalu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap Negara, perusahaan, maupun anggota yang dipimpinnya. Sedikit kesalahan ditemukan, pemimpinlah yang kena getahnya. Makanya, dalam mengemban segala tugasnya pemimpin diharapkan memiliki sikap kehati-hatian, dan ketelitian yang ekstra.

               Jika saya menjadi pemimpin, hal yang terpenting adalah saya akan menanamkan sifat disiplin, tanggung jawab dan jujur kepada Tuhan, masyarakat, dan diri saya sendiri. Mengapa demikian? Pertama yaitu disiplin. Saya sebagai pemimpin harus dapat mengajarkan kepada anak buah saya sikap disiplin. Disiplin sendiri menurut saya adalah suatu sikap atau perilaku yang tertata rapih sesuai dengan aturan yang berlaku. Perilaku disiplin sangat diperlukan bagi seorang pemimpin karena pada dasarnya perilaku bawahan itu meniru pemimpinnya. Maka dari itu hal ini akan saya terapkan sebagai seorang pemimpin supaya saya dapat menjadi cerminan yang baik bagi bawahan saya. Yang kedua adalah tanggung jawab. Saya, jika ingin menjadi pemimpin yang baik haruslah memiliki sikap tanggung jawab dengan  memiliki kesadaran akan apa yang menjadi kewajiban saya dalam memimpin. Dengan memiliki tanggung jawab yang kuat,saya berharap saya dapat mengemban tugas kepemimpinan dengan baik. Saya juga dapat menjadi pemimpin yang berkompeten yaitu menjalankan tanggung jawab saya dengan sepenuh hati. Yang terakhir adalah kejujuran. Pemimpin yang baik, haruslah dapat bekerja dengan hati yang bersih. Jika saya menjadi pemimpin, saya akan selalu menanamkan kejujuran menjadi prinsip. Saya akan belajar jujur terhadap diri saya sendiri dan Tuhan. Karena segala sesuatu tidak akan berjalan dengan baik tanpa kehendak Tuhan. Karena segala sesuatu, akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Jika saya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin, sebagai balasannya saya juga akan bekerja dengan jujur dan sepenuh hati. Hal ini merupakan bukti timbal balik saya sebagai pemimpin yang baik.

            Kemudian, Saya akan menerapkan sistem manajemen POACE dalam memimpin. Yang pertama adalah Planning. Sistem Planning yaitu kegiatan yang bertujuan untuk merencanakan tujuan dari sebuah pekerjaan yang akan digarap. Planning disini saya gunakan sebagai proses pengembangan rencana saya selanjutnya agar dalam pelaksanaan tugas  menjadi maksimal contohnya, dalam menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan, pengukuran tingkat keberhasilan dan kegagalan, perwujudan kegiatan menjadi nyata, dan perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam bekerja. Lalu yang kedua yaitu Organizing yaitu kegiatan menyusun struktur pekerjaan sesuai dengan tujuan. Saya sebagai pemimpin dalam proses organizing akan membagi tugas-tugas dan tanggung jawab terhadap bawahan saya sesuai dengan skill dan kemampuan masing-masing individu. Ketiga Actuating yaitu proses pelaksanan kegiatan yang telah terencana dan terorganisir agar tujuan awal dapat tercapai.  Oleh karena itu, dalam hal ini dibutuhkan peran kerja keras saya sebagai seorang pemimpin agar kegiatan berjalan dengan optimal. Keempat, yaitu Controlling yaitu proses dimana Saya akan mengawasi, mengamati, dan mengontrol kinerja pelaksanaan. Saya akan mengambil tindakan korektif apabila ada penyimpangan pekerjaan ditemukan saat proses controlling berlangsung. Yang terakhir adalah Evaluation yaitu suatu proses pengukuran dan penilaian terhadap apa yang dilakukan. Tentu sebagai pemimpin saya banyak memiliki kesalahan dalam menjalankan tugas, maka dari itu evaluasi sangatlah diperlukan dalam memperbaiki kesalahan agar kedepannya menjadi lebih baik.

            Tidak menutup kemungkinan bahwa semua orang dapat menjadi pemimpin yang baik. Generasi Muda Indonesia adalah salah satu contoh cikal bakal pemimpin hebat, tangguh dan kuat. Tinggal kita sebagai generasi muda, dapatkah kita percaya dan memanfaatkan masa muda kita dengan kegiatan yang bermanfaat?  Dapatkah kita menjadi generasi muda yang sukses dan bangga terhadap dirinya sendiri?  Mampukah kita mengutarakan pendapat tanpa merasa terintimidasi?  Beranikah kita menjadi pemimpin hebat nantinya? Jawabannya hanya kita yang tau. 

     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Kunti Dewi Kriswindayasti
Added Jul 30

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives